Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Juni 2012

Cara Menghindari Cacingan

Tulisan ini terinspirasi karena saya sudah lama tidak minum obat cacing. Sekitar 2 tahunan saya tidak minum obat cacing.  Dulu, sewaktu saya masih SMU, guru Biologi saya, menganjurkan agar setiap setahun sekali orang dewasa harus minum obat cacing. Kalau untuk anak-anak, dari umur 2 tahun s/d 15 tahun, tiap 6 bulan sekali.


Saya masih ingat, ketika selesai pelajaran dan pulang sekolah, saya langsung bergegas ke Apotek untuk beli obat cacing. Obat cacing itu langsung saya minum. Entah, saya lupa merk obat cacingnya.  Yang pasti, obat cacing tersebut terdiri dari 2 pil berukuran lumayan besar.Esok harinya, ketika BAB, saya tidak sengaja melihat semacam sesuatu yang panjang sebesar tali kabel keluar melalui feses saya. Kemudian, hal tersebut saya tanyakan ke Guru saya bahwa itu adalah cacing yang ada di usus saya dan mati disebabkan oleh obat pembunuh cacing itu.

Teman, saya ingin berbagi informasi kepada anda tentang hal ini. Inilah informasi penting tentang cacingan yang saya dapatkan dari browsing di internet. Semoga bermanfaat bagi anda dan keluarga anda di rumah agar senantiasa menjaga kesehatan dan rutin untuk minum obat cacing. Kalau zaman saya dulu, obat cacing masih belum bisa menguraikan cacing yang mati sehingga cacing keluar bersama dengan feses. Kalau sekarang, obat cacing misalnya COMB**TRIN sudah bisa menguraikan cacing menjadi feses, sehingga ketika feses keluar, cacing sudah melebur bersama feses.

Cacingan merupakan penyakit khas daerah tropis dan sub-tropis, dan biasanya meningkat ketika musim hujan. Pada saat tersebut, sungai dan kakus meluap, dan larva cacing menyebar ke berbagai sudut yang sangat mungkin bersentuhan dan masuk ke dalam tubuh manusia. Larva cacing yang masuk ke dalam tubuh perlu waktu 1-3 minggu untuk berkembang.

Cacing yang biasa “menyerbu” tubuh manusia adalah cacing tambang, cacing gelang, dan cacing kremi. “Di daerah dimana sanitasi lingkungan masih buruk, seperti Indonesia, hampir 90 persen anak-anaknya pasti terkena cacingan,” kata dr Adi Tagor. Ketika seorang anak yang cacingan buang air besar di lantai, maka telur atau sporanya bisa tahan berhari-hari, meskipun sudah dipel. “Sebelum dapat rumah, larva tidak akan keluar (menetas). Begitu masuk ke usus, baru ia akan keluar.”

Selain melalui makanan yang tercemar oleh larva cacing, cacing juga masuk ke tubuh manusia melalui kulit (pori-pori). Dari tanah, misalnya lewat kaki anak telanjang yang menginjak larva atau telur. Bisa juga larva cacing masuk melalui pori-pori, yang biasanya ditandai dengan munculnya rasa gatal. “Setelah menembus kulit, ia masuk ke pembuluh darah vena (balik), lalu menuju paru-paru. Nah, di paru-paru inilah muncul Sindroma Loffler. Anak jadi batuk seperti TBC, berdahak seperti asma. Ini termasuk ke dalam siklus perjalanan cacing.”

Setelah itu, cacing menggigit dinding usus bertelur dengan cepat di usus. “Di usus inilah makanan dipecah menjadi nutrient (zat gizi elementer yang sudah bisa diserap oleh usus). Ini yang “dibajak” oleh cacing. Jadi, cacing itu memang berdomisili di usus, karena ia tidak bisa mencernakan sendiri makanan. Ia harus makan yang sudah setengah cerna.” Selain siklus normal, cacing juga bisa menyebar ke tempat-tempat lain, seperti hati atau bagian tubuh lain.

Nutrisi Dibajak
Dampak cacingan ternyata tidak sepele. Dari pertumbuhan fisik yang terhambat, hingga IQ loss. Dampak yang paling banyak adalah anemia atau kadar haemoglobin (Hb) rendah. Hb sangat vital bagi manusia, lanjut dr Adi.

“Fungsinya seperti alat angkut, seperti truk, yang membawa oksigen dan makanan dari usus ke seluruh organ tubuh,” jelas Adi yang mengibaratkan fungsi kerja Hb yang seperti Bulog yang mengantar beras. “Kalau truk-nya sedikit, ya kiriman berasnya akan telat. Begitu pun pada orang yang anemia. Suplai oksigen dan nutrient ke otak sedikit, ke ginjal sedikit.”

Padahal, seorang anak yang sedang tumbuh membutuhkan banyak nutrient. “Nutrisi itu dibagi dua, yaitu makro nutrient (karbohidrat, lemak, protein, air) dan mikro nutrient (vitamin dan mineral). Nah, ini yang dibajak. Jadi, yang gemuk cacingnya, bukan anaknya,” tandas Adi. “Di dalam tubuh, cacing-cacing ini akan beranak lagi, lagi, dan lagi. Kadang-kadang, kalau menggumpal, bentuknya seperti bola. Bisa juga terjadi “erratic”, cacing keluar keluar lewat hidung atau mulut.”

Anemia membuat anak gampang sakit karena tidak punya daya tahan. “Gimana mau sehat kalau zat-zat untuk membuat daya tahan, terutama protein, sudah dibajak di usus oleh cacing,” lanjutnya. Anak juga akan kehilangan berat badan, dan prestasi belajar turun.

Berakibat Fatal
Cacingan juga bisa berakibat fatal. “Bisa ke empedu, meski jarang, atau bikin usus bolong. Fatalnya memang tidak secara langsung, tapi karena fisiknya lemah, daya tahan turun, maka penyakit lain pun masuk. Nah, penyakit lain inilah yang bikin fatal.”

Gejala cacingan biasanya ditandai dengan sakit perut, diare berulang, dan kembung. “Seringkali juga ada kolik yang tidak jelas dan berulang,” jelas Adi. Kalau sudah parah, “Muka anak akan tampak pucat dan badan kurus. Ini berarti sudah terjadi pemiskinan secara fisik,” lanjut dokter spesialis anak yang juga pemegang diploma kesehatan publik dari Singapura ini.

Kapan orangtua membawa anak ke dokter? Di daerah tropis dan sub-tropis, apalagi di daerah yang sanitasinya buruk, hampir semua anak pasti cacingan. Di daerah miskin, angka cacingan pada anak bahkan dipastikan bisa 100 persen. “Jadi, nggak perlu diperiksa, pasti cacingan. Oleh karena itu, setiap enam bulan sekali pada masa usia tumbuh, yaitu usia 0 sampai sekitar usia 15 tahun, anak diberi obat cacing.” Jangka waktu enam bulan ini untuk memotong siklus kehidupan cacing.

Dewasa Juga Cacingan
Menurut Adi Tagor, orang dewasa pun bisa cacingan. “Obat cacingnya untuk orang dewasa juga ada, tapi diberikan setahun sekali.” Yang membedakan cacingan pada anak dan pada dewasa adalah, anak-anak masih tumbuh dan berkembang, sementara orang dewasa sudah tidak lagi tumbuh dan berkembang. “Orang dewasa juga masih bisa survive, bisa melawan sendiri cacing yang ada.”

Yang harus dicermati adalah, kira-kira 60-80 persen penyakit yang terjadi pada usia dewasa dimulai di usia pertumbuhan. Misalnya, anemia kronis akibat cacingan. Ini akan membuat jumlah sel otak berkurang karena kekurangan nutrisi selama masa tumbuh kembang.

Akibatnya, ketika dewasa, kualitas fisik dan IQ orang tersebut tentu akan berkurang juga. Contoh lain, ketika kecil terkena penyakit infeksi yang tidak ketahuan. “Setelah dewasa sakit ginjal, dan sebagainya.”

Inilah usus yang dibedah, yang sudah akut kena cacingan!! Semoga anda tidak jijik melihatnya. Tapi, inilah realitas kalau dalam tubuh manusia itu ada parasit yang sangat mematikan seperti ini.


Baca Selengkapnya..

Rabu, 14 Maret 2012

Resensi Movie: Kehormatan Dibalik Kerudung

Tadi malam, saya barusan melihat film Indonesia yang berjudul “Kehormatan Dibalik Kerudung”. Kesan pertama melihat film ini, saya membayangkan film ini seperti film-film islami seperti “Ketika Cinta Bertasbih 1 & 2”, “Kun Fayakun”, “Emak Ingin Naik Haji” atau “Dalam Mihrab Cinta”.

Film ini, dibintangi oleh bintang top Indonesia seperti Donita yang berperan sebagai Syahdu, Andhika Pratama yang berperan sebagai Ifand Abdul Salam dan Ussy Sulistiowati yang berperan sebagai Sofia. Menit-menit awal, saya begitu menikmati film ini. Namun, lama kelamaan, ada kejanggalan demi kejanggalan yang saya rasakan. Meski tidak dapat dipungkiri, dari segi setting dan pengambilan gambarnya saya acungi jempol.

Saya kecewa menonton film ini. Kecewanya bagaimana? Kecewanya karena, Nampak luarnya saja yang seolah-olah islami; cara berpakaian, mengenakan jilbab dan masyarakatnya yang bisa dibilang ‘agamis’ ala Jawa, karena setting film ini mengambil di daerah Pekalongan. Namun, sejauh yang saya lihat dan amati, isi film ini jauh dari norma-norma atau kaidah-kaidah Islam itu sendiri.

Beberapa kejanggalan yang saya rasakan diantaranya:
1. Adegan ---> Kakek Syahdu melarang Syahdu untuk tidak berhubungan dengan Ifand.
Atas dasar apa Si Kakek tersebut melarang cucunya untuk berhubungan dengan Ifand? Wong, Si Ifand-nya masih berstatus lajang. Kalau Si Ifand-nya sudah menikah, pantas Si kakek melarangya. Dan, Si Kakek bersikeras dan tidak mau menerima pendapat dari cucunya. Seorang kakek yang islami, tidak seperti itu seharusnya bersikap.

2. Adegan ---> Suami pertama Syahdu di malam pernikahan.
Tidak seharusnya seorang suami yang baru menikah, menampar dan berlaku kasar kepada istrinya. Dan tidak mau menerima alasan istrinya. Hanya maen tangan dan maen kekerasan saja. Suami seperti itu, tidak saya jumpai dan seharusnya tidak sekasar itu. Dalam artian, Si Produser mendramatisir masalah yang sebetulnya tidak menjadi masalah.

3. Adegan ---> Ifand menemui Syahdu setelah ia menikah dengan Sofia
Sebagai seorang yang “alim” dalam film tersebut, kok berani-beraninya Ifand menemui seorang yang bukan mahramnya dan meninggalkan istrinya begitu saja dengan alasan ingin menemui Syahdu. Dan Si Ifand, bahkan menginap di rumahnya Syahdu.

4. Adegan ---> Syahdu merayu Ifand agar mau menikahinya, meski ia sudah beristri
Tidak selayaknya seorang muslimah berlaku seperti itu. Apalagi, alasannya adalah karena ia dan Ifand masih saling mencinta. Dan pada akhirnya, Si Ifand memadu Syahdu. Tidak semudah itu dalam mengambil keputusan dalam hal memadu wanita lain.

5. Adegan ---> Ketika Syahdu & Sofia (Istri Pertama Ifand) seatap
Yang ditampakkan dalam adegan ini adalah kecemburuan demi kecemburuan. Sehingga mendeskripsikan bahwa orang yang berpoligami itu, semuanya begitu dan akan mengalami nasib yang tragis dengan salah satu harus ada yang jadi korban atau dikorbankan.

Sala melihat film ini sampai selesai. Namun, hikmah yang dapat saya ambil sangat kecil, bahkan tidak ada yang dapat saya ambil himahnya dalam film ini. Saya pribadi berpendapat bahwa film ini terlalu dipaksa-paksakan agar menjadi film Islami yang sekelas dengan “KCB 1 & 2” atau “Dalam Mihrab Cinta”.

Meski luarnya kelihatan islami, namun alur dan isi cerita dalam film ini TIDAK MENCERMINKAN film yang islami. Demikian resensi film saya kali ini. Mohon maaf bila ada yang suka film ini. Terimakasih…

Baca Selengkapnya..

Perlunya Berhijrah

Siapapun anda, anda perlu berhijrah! Pindahlah ke tempat lain yang sekiranya di tempat asal, gagasan anda ditolak mentah-mentah. Namun, di tempat lain justru gagasan anda diterima dan menjadi pedoman. So, jangan takut berhijrah!

Dikisahkan bahwa Nabi SAW ketika sampai di Yatsrib (nama kota madinah sebelum nabi menetap disana), disambut luar biasa oleh penduduk Yatsrib. Mereka menyambut layaknya saudara sendiri, padahal banyak yang belum mengenal secara langsung. Hanya dari cerita-cerita omongan saja.

Muhammad Husein Haekal menuliskan dalam bukunya “Sejarah Hidup Muhammad” kisah berikut ini:

“Berbondong-bondong penduduk Yatsrib keluar rumah hendak menyambut kedatangan Muhammad. Pria, wanita, orang tua, muda, anak-anak semuanya keluar rumah untuk menyambutnya. Mereka ingin melihat wajah Muhammad, mereka ingin tahu orang yang hendak dibunuh oleh pembesar suku Quraisy, tentang ketabahannya menempuh panas yang begitu membakar dalam perjalanan yang sangat meletihkan, mengarungi bukit pasir dan batu karang ditengah-tengah dataran Tihama, yang justru memantulkan sinar matahari yang panas dan membakar itu.

Mereka keluar karena terdorong ingin mengetahui ajakannya yang sudah tersiar di seluruh penjuru jazirah arab. Ajakan ini juga yang mengikis kepercayaan-kepercayaan lama yang diwarisi dari nenek-moyangnya, yang sudah dianggap begitu suci hingga 360 buah sesembahan di Ka’bah.

Akan tetapi, yang lebih berkesan dengan Si Muhammad ini adalah tentang seseorang yang telah fonumental membuat Iqrar Aqabah 2, menentang keras konsep ketuhanan yang telah mendarah-daging nenek moyangnya, menghapus perbedaan manusia disebabkan ras dan warna kulit bahwa manusia itu nilainya sama dihadapan Tuhan kecuali ketakwaannya, orang yang telah berpisah dengan keluarganya dan memikul segala tekanan permusuhan dan tindakan kekerasan dari orang-orang Quraisy selama 13 tahun terus-menerus disertai dengan pemboikotan makanan dan social kemasyarakatan, ini semua demi keyakinan Tauhid kepada Allah, Tauhid yang dasarnya adalah merenungkan alam semesta ini serta mengungkapkan hakikat yang ada dengan jalan Islam”.

Nabi Muhammad berhijrah ketika dakwah beliau ditentang oleh orang-orang Qurasiy. Bukan berarti Nabi bersifat lemah dan mudah menyerah. TIDAK. Nabi berhijrah ke Yatsrib atas petunjuk Allah Azza wa Jalla ke tempat yang lebih strategis dan mendukung dakwah beliau. Dan, Allah Maha Tahu Segalanya. Alhasil, Nabi sukses berdakwah di Yatsrib dan menjadikan Yatsrib menjadi kota yang tercerahkan. Sejak saat itulah, Yatsri diganti dengan nama Madinah Al-Munawwaroh; Kota yang Tercerahkan oleh cahaya Iman & Islam.

Anda sekarang dalam keadaan jumud, stagnan dan tidak produktif? Berhijrahlah!!...

Baca Selengkapnya..

Resensi Movie : Kabhi Alvida Naa Kehna

Film ini baru tonton ketika selesai mengajar di kampus jam 20.30an tadi malam. Saya dapatkan dari teman dan mengatakannya kepada saya; Film ini bagus, ustadz. Konflik bathinnya luar biasa dalam dan tokoh-tokohnya kuat dalam segi karakternya. Apalagi, film ini dibintangi oleh bintang Top Bollywood; Shah Rukh Khan, Preity Zinta, Rani Mukherje dkk. Tanpa ba, bi, bu saya langsung bergegas pulang setelah dinner dengan membeli Nasgor bungkus di dekat rumah.

Film ini penuh emosional tanpa adegan kekerasan, tanpa adegan kampus dan tanpa karakter yang konyol, karena Karan Johar sangat hati-hati dalam penggarapan film ini. Sutradara muda satu ini sekali lagi membuat sensasi mengenai hubungan persahabatan yang berujung cinta. Dev Saran (Shah Rukh Khan) mantan pemain sepak bola yang pensiun setelah mendapat kecelakaan tertabrak mobil, sehingga mengakibatkan salah satu kakinya pincang. Istrinya Rhea (Preity Zinta) yang mementingkan karir dan karir, dan mereka mempunyai satu anak laki-laki. Kesuksesan Rhea selalu diselingi dengan keegoisan Dev, sehingga menyebabkan ketidak harmonisan dalam hubungan berumah tangga.

Maya Talwar (Rani Mukherjee) dengan karakter yang sangat sensitive dan melankolis, dia mencoba ingin keluar dari problematika berumah-tangganya karena belum diberi momongan 4 tahun pernikahannya. Padahal, sang suami Rishi (Abhishek Bachchan) sebagai Konsultan PR begitu mencintai istrinya apa adanya. Maya tidak begitu menyukai watak suaminya yang kekanak-kanakan, dengan adanya sesuatu yang kurang ini itulah sehingga menyebabkan hubungan suami-istri mereka berdua menjadi penuh emosional dan tidak harmonis lagi.

Maya dan Dev sebelumnya pernah bertemu. Dev tanpa sengaja bertemu dengan Maya disaat Maya sesaat menjelang pernikahannya. Dan mereka, merasakan ada getar-getar dalam hatinya satu sama lainnya ketika perjumpaan mereka waktu itu. Kini, mereka bertemu lagi dengan seabreg permasalahan rumah tangganya masing-masing. Berawal dari “acara” curhat-curhatan inilah, mereka secara “diam-diam” menjalin cinta terlarang itu.

Cerita ini di garap sepenuhnya oleh Karan Johar dan di tulis oleh Shibani Bathija yang ahli dalam hal drama emosional. Cinematography oleh Anil Mehta yang pengambilan gambarnya dilakukan sepenuhnya di New York City karena cocok dengan tema cerita. Art Direction oleh Sharmistha Roy, seperti dalam mimpi di setiap pengambilan adegan yang di sesuaikan dengan mood dari setiap adegannya.

Make up spesial untuk Rani dan Preity sehingga begitu tampak menawan dan anggun dalam tiap adegan dan di balut busana yang elegan oleh Manish Malhotra dengan dengan mode-mode layaknya wanita metrosexsual bagi kaum adam, dengan warna-warna gelap seperti hitam dan merah. Dan tidak kalah hebohnya musik di garap Tiga bersaudara Shankar-Ehsan-Loy dengan lagu yang indah diantaranya lagu yang melow bisa membuat hati luluh “Tumhi Dekho Na” dengan irama yang lembut bisa membuat hati tanang.

Penampilan Shahrukh Khan sungguh hebat dengan watak keras dan pemarah sehingga membuat para istri sangat sensitif dengan sifat itu. Rani Mukherjee sangat pas dengan karakter Maya yang sakit hati seperti di film-film Rani sebelumnya. Preity Zinta sebagai wanita yang cerdas dalam berkarir juga sanagat pas dengan karakter Rhea yang sibuk berkarir. Abhisek Bachchan sangat pas sebagai tokoh suami yang kekanak-kanakan dan glamour. Serta Arjun Rampal yang sesekali nongol sebagai bintang tamu dalam film ini.

Karan johar sangat pintar dalam memilih cerita, sehingga bisa membuat emosi para penonton meledak-ledak. Cerita yang berdasarkan cinta dan kebencian yang penuh emosiaonal. “Kabhi Alvida Na Kehna” bukan film yang mudah di tebak seperti kebanyakan film-film-india lainya, ini film india modern yang menyuguhkan cerita-cerita berat, menceritakan konflik seputar kompromi dalam pernikahan. Dalam ikatan pernikah apakah akan membawa kebahagiaan dan cinta.

Sejauh yang saya tangkap dari film ini adalah;
1. Niat awal menikah adalah niat yang harus benar-benar kuat. Kalau tidak yakin dengan calon pasangannya, maka dipastikan kehidupan rumah-tangganya akan mengalami keretakan.
2. Ikatan pernikahan hendaknya kuat dan saling menguatkan satu sama lainnya antara suami & istri.
3. Jangan memberi “ruang” kepada orang lain (lawan jenis) untuk bercurhat ria. Karena, biasanya orang yang curhat dan yang dicurhati akan intens melakukan hubungan pertemuan sehingga rawan sekali memunculkan “hubungan/jalinan” baru diantara keduanya.
4. Awal perselingkuhan badan adalah dimulai dari perselingkuhan hati.
5. Senantiasa mengharap bantuan & pertolongan-Nya disetiap doa-doa keseharian, agar Allah menjaga jalinan cinta suci ini hingga kelak dipertemukan di syurga-Nya.
6. Perselingkuhan akan menimbulkan penderitaan yang tiada akhir meski film ini happy ending bagi semua tokohnya. Namun, itulah denda yang harus dibayar bagi suami-istri yang tidak harmonis dalam rumah tangganya.

Teman, ketika kita memutuskan untuk menikah, seharusnya kita telah bersepakat untuk mempertemukan tidak hanya seorang laki-laki dan perempuan, tapi juga dua pemikiran, dua sudut pandang, dua karakteristik, dua kebiasaan, tak lupa juga bahwa kita telah menikahkan dua keluarga besar dan dua kebudayaan. Ibarat sebuah pepatah: “Lain Ladang, Lain Belalang”. Perbedaan itu pasti akan ada. Maka siap menikah berarti kita siap untuk menerima perbedaan. Perbedaan itu adalah suatu sunnatullah, lalu kenapa kita harus takut untuk menerima perbedaan dalam bahtera rumah tangga?

Sekali lagi, menikah adalah kesiapan untuk menerima perbedaan, kemauan untuk berubah, keinginan untuk mengenal lebih jauh, kesiapan untuk menerima pasangan kita apa adanya dan kesediaan untuk mengorbankan kepentingan pribadi demi mengedepankan kepentingan dan kebutuhan bersama. Bahkan, ketika pernikahan itu sudah terlaksana pun, proses pembelajaran itu harus tetap kita lakukan.
Perjuangan untuk menikah itu bukanlah suatu perjuangan yang mudah, oleh karenanya, bagi anda yang telah menikah, jagalah keharmonisan keluarga anda, jangan biarkan biduk keluarga anda oleng dan karam di tengah lautan, karena hidup di dunia ini hanya sesaat, kelak di akherat sana kita dimintai pertanggung-jawaban atas kewajiban dan tanggung-jawab yang kita emban.

Bagi para suami; berlombalah melatih diri untuk menjadi pemimpin yang berakhlak mulia, menjadi ayah yang memberikan keteladanan pada anak-anaknya. Tidak otoriter sebagai seorang pemimpin. Ajaklah isteri anda untuk bermusyawarah dalam menyelesaikan persoalan rumah tangga. Bagi para isteri; bersemangatlah untuk memicu diri agar bisa menjadi bidadari dunia dan akherat bagi suamimu, indah dipandang mata, sejuk di kalbu dan bermesra dirasa, yang pasti selalu dekat dengan Allah. Menjadi isteri dan ibu yang memberi rasa damai pada anggota keluarga. Bagi anda yang belum menikah, bersabar dan berusahalah untuk meraih kasih sayang Allah, karena orang yang mendapat kasih sayang Allah-lah yang akan beroleh kebaikan dunia dan akhirat.

Semoga kita semua beroleh Syurga yang dijanjikan Allah, dan diizinkan untuk hadir dalam pertemuan yang sangat agung yakni pertemuan di saat melihat wajah Allah, sebagai imbalan bagi hambanya yang sabar dalam meniti hidup ini.
Amin…

Baca Selengkapnya..

Brand Extension

Ada peribahasa yang saya sukai; “Jangan kita melepaskan burung yang sudah ada di tangan untuk menangkap lebih banyak burung di angkasa”. Peribahasa diatas maksudnya adalah burung yang sudah di tangan harus diamankan terlebih dahulu, baru mencari lagi burung-burung yang masih berterbangan.

Teman, menjaga apa yang sudah kita punya akan jauh lebih mudah dan murah dibandingkan dengan mencari hal-hal baru yang belum kita dapatkan. Karena itu, jika kita ingin mengembangkan diri dengan lebih baik, hal utama yang harus dilakukan adalah mulai dari apa yang sudah kita punya.

Sekecil apapun penghasilan dari apa yang sudah ada sekarang, penghasilan itu sudah pasti kita dapatkan secara rutin setiap bulan dan tidak perlu mencarinya dengan penuh kesulitan. Kepastian penghasilan itu menjadi dasar dari apa yang disebut sebagai “safety level” atau “zona aman”, level yang aman untuk sekedar hidup. Jika masih merasa kurang, kita mulai dengan mengembangkan diri dari apa yang sudah ada sehingga tidak terlalu jauh dan saling mendukung dengan apa yang sudah kita kerjakan.

Jadi, prinsipnya bukan tinggalkan apa yang sudah ada untuk menggapai apa yang belum pasti, tetapi pertahankan yang sudah ada, kemudian dari situ kembangkan sesuatu yang bisa dikembangkan jauh lebih besar. Dalam bahasa pemasaran, itu disebut sebagai “Brand Extension”, yaitu melebarkan merek dari produk yang sudah atau layanan yang kita miliki untuk dibuat merek-merek baru yang sejalan dengan merek induknya.

Begitu juga dengan pengembangan diri kita. Jika kita ingin mempunyai kesempatan untuk pengembangan diri lebih besar, jangan sampai kita melupakan apa yang sudah kita punya. Kembangkan dulu kemampuan awal kita secara baik. Setelah itu kembangkan di berbagai sisi yang menyertainya.

Pada akhirnya, apa yang kita punya sekarang -mulai dari pekerjaan, keterampilan, dan juga harta benda-, betapapun kita merasa kurang dengan apa yang ada itu, harus kita syukuri dan pertahankan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai karena kita berharap untuk mendapatkan yang lebih baik, apa yang ada kita tinggalkan, atau bermalas-malasan mengembangkannya.

Jangan meninggalkan yang sudah pasti untuk mendapatkan apa yang belum pasti, kecuali kita amat yakin dan sudah menetapkan tekad untuk mengejar apa yang belum pasti itu, karena dengan tekad yang kuat dan konsistensi, yang tidak pasti itu pun bisa kita pastikan pencapaiaannya.

Baca Selengkapnya..

Bekerja Lebih Baik Daripada Meminta-minta

Bekerja adalah satu nikmat dari nikmat-nikmat yang diberikan oleh Allah. Dan nikmat ini akan terasa, ketika seseorang kehilangan nikmat ini disebabkan sakit atau yang lainnya. Anehnya, sebagian orang tidak suka bekerja, malah menggantungkan hidupnya ke orang lain atau meminta-minta di jalanan. Rasulullah bersabda; “Tidaklah sesuap nasi yang kamu makan dengan jerih payahmu sendiri itu lebih baik, dan ketahuilah bahwa Nabi Daud selalu makan makanan yang dari jerih payahnya sendiri”. Beliau juga bersabda; “Hendaknya kalian membawa tali dan kapak, kemudian pergi ke hutan untuk mencari kayu bakar, kemudian dijual dan sebagian hartamu disedekahkan. Itulah yang paling baik ketimbang meminta-minta memohon belas kasihan manusia”.

Ada kisah seorang pemuda miskin mendatangi Rasul dan hendak meminta sesuatu kepada beliau, maka berkatalah Rasulullah saw; “Apakah dirumahmu ada sesuatu yang bisa dijual?”. Pemuda tersebut menjawab; “Iya, ya rasul. Sebuah talam untuk makan dan sebuah karpet tempat duduk. Selain itu, saya tidak punya barang berharga lainnya”. Rasulullah bersabda; “Bawa kepadaku dua barang berharga milik kamu itu”.

Maka, pemuda tersebut membawanya kehadapan Rasulullah. Kemudian Rasulullah mengangkat dua perabot tersebut sambil menawarkan ke para sahabatnya; “Siapa yang mau membeli dua perabot ini?”. Ada sahabat yang berdiri; “Saya, ya rasul. Saya bersedia membelinya dengan satu dirham!”. Kemudian Rasulullah menawarkan lagi; “Adakah yang lebih tinggi lagi?”. Maka berdirilah sahabat yang lain; “Saya, ya Rasul. Saya beli dua dirham!”.

Ketika proses lelang tersebut selesai, Rasulullah mendatangi pemuda pemilik perabot tersebut sambil memberikan uang dua dirham hasil dari lelangannya. Kemudian Rasulullah bersabda; “Belilah makanan untuk keluargamu yang satu dirham. Dan satu dirham lainnya, belikan sebuah kapak. Dan, datangkan kepadaku kapak yang kamu beli itu”.

Singkat cerita, pemuda tersebut mentaati perintah Rasulullah dan membawa kapak yang dibelinya ke hadapan beliau. Lalu, beliau mengangkat kapak tersebut dan mendoakannya. Beliau berkata kepada pemuda tersebut; “Pergilah kamu ke hutan! Carilah kayu dan jual ke pasar! Dan jangan menemuiki selama 15 hari lamanya!...”.

Subhanallah… Setelah 15 hari yang ditentukan oleh Baginda Nabi, pemuda tersebut menghadap Rasulullah dengan wajah bersih dan mengenakan pakaian baru serta membawa oleh-oleh makanan untuk Rasulullah. Rasul-pun tersenyum sambil menepuk punggung pemuda tersebut; “Nah… Bukankah yang seperti ini itu lebih baik daripada kamu meminta-minta di jalan?...^_^”.

Baca Selengkapnya..

Sabtu, 10 Desember 2011

Resensi Movie: Taken

Resensi movie saya kali ini adalah film Hollywood yang berjudul “Taken”. Taken artinya diculik atau dicuri. Film ini sudah saya tonton beberapa kali setiap tahunnya di perkuliahan. Setiap jum’at, saya menjadwalkan agar mahasiswa meresensi film yang baru ditontonnya dengan berbahasa arab karena materi pelajarannya memang bahasa arab. Nah, supaya tidak bosan dan monoton dengan pelajaran, maka saya carikan hiburan (baca; lihat film) tetapi dengan syarat, mereka meresensinya dengan berbahasa arab.

Awalnya, film ini serasa membosankan di menit-menit pertama hingga menit ke 20. Film “Taken” ini mengkisahkan seorang agen pemerintah Bryan Mills yang andal mengundurkan diri supaya bisa lebih dekat dengan putri tercintanya. Bryan Mills telah bercerai dengan Lenore. Karena bercerai, maka hak pengasuhan anak di tangan Lenore. Lenore menikah lagi dengan orang kaya dan mempunyai segalanya.

Di Ultah-nya Kim yang ke-16, Bryan Mills dating hendak memberi hadiah kepada Kim. Namun, Kim rupanya mempunyai maksud lain yaitu untuk meminta izin keluar negeri (Perancis) untuk jalan-jalan bersama temannya Amanda. Berhubung Kim masih belum cukup umur, maka izin keluar negeri harus meminta restu dan tanda tangan dari ayah kandungnya yaitu Bryan Mills.

Namun, Bryan Mills tidak mau memberikan restunya dan tanda tangan karena dirasa Kim masih belum cukup umur untuk pergi keluar negeri dengan pertimbangan keamanan. Karena tidak diizinkan, Kim sedih dan membenci ayahnya seketika itu pula. Melihat putri tercintanya bersedih, dengan berat hati Bryan Mills akhirnya memberikan izin. Alangkah bahagianya hati Kim, begitu menerima surat izin itu. Tak menunggu lama, ia dan Amanda langsung menuju bandara.

Sesampai di bandara Prancis, Kim dan Amanda berkenalan dengan Peter, seorang pemuda Prancis yang terkesan baik hati. Peter mau berbagi taksi, untuk menghindari ongkos taksi yang mahal bagi mereka berdua. Dan ternyata, Si Peter ini adalah seorang sindikat penculik gadis-gadis belia yang sedang berliburan ke negaranya. Setelah keluar dari taksi, Peter langsung mengontak komplotannya untuk member tahu bahwa ada sasaran berikutnya di hotel A, dengan nomor sekian.

Setelah beberapa saat, ada sekawanan orang masuk ke kamar hotelnya Kim & Amanda. Kim ketakutan ketika melihat Amanda dipaksa/diculik oleh sekawanan orang yang tidak dikenalnya. Seketika itu juga, Kim bersembunyi di kamar mandi dan menelpon ayahnya. Bryan Mills yang dapat merasakan ketakutan Kim, dan langsung memintanya untuk berkonsentrasi, menyebutkan ciri-ciri orang akan menangkapnya. Kim di sela-sela ketakutannya, berhasil mengenali beberapa ciri-ciri penjahat yang menangkapnya. Dari beberapa ciri-ciri dan rekaman pembicaraan dengan Kim, Mills mendapat modal untuk melacak keberadaan putrinya. Di menit-menit inilah saat-saat mendebarkan alur ceritanya sampai ending film.

Setelah nonton film ini, saya Benar-benar merasa peran seorang ayah dalam kehidupan kita semua adalah penting adanya. Apapun pekerjaannya, sifatnya, dll, tanpa ada kasih sayang dari seorang Ayah, kita tidak akan tau bagaimana kehidupan anak selanjutnya.

Beberapa poin yang saya dapatkan tentang peranan seorang ayah adalah:
1. Ayah adalah seorang pembangun kestabilan mental.
2. Ayah adalah seorang pembangun keberanian.
3. Ayah pemberi contoh pemecah masalah.
4. Ayah penentu standar maskulinitas.
5. Ayah selalu mengambil keputusan dengan logika bukan emosional.

Kawan, ketika tinggal 3 mingguan saya hendak wisuda S1 tahun 2005, ayah sudah dipanggil oleh Allah SWT keharibaan-Nya. Saya sangat sedih dengan kepergian ayah. Namun, Allah lebih menyanyagi-Nya dengan memanggil beliau lebih dulu. Padahal, baju batik yang akan dikenakan ketika saya wisuda nanti sudah disiapkan jauh-jauh hari.

Beruntunglah bagi mereka yang masih memiliki seorang ayah, dan paling beruntung lagi mereka memiliki keduannya. Setiap kali saya menonton film ini, yang terbanyang adalah ayahku di alam baka. Sayangi dan hormatilah serta taatilah mereka, jangan sampai menyesal di kemudian hari karena seringnya kita tidak mentaatinya.

Baca Selengkapnya..

Akunku Di Hack Orang

Hari senin malam, saya masih ber-enjoy ria masuk akun facebook saya. Ketika saya bangun tidur hari selasanya, tiba-tiba akun sudah tidak bisa dibuka meski saya mengulang-ulang kata sandi. Rasa panic-pun tiba-tiba menyeruak ketika ada warning dari FB berikut ini;

------------------------------------------------------------------
Your account is temporarily locked.

Someone recently answered your security question correctly in order to try to access your account.
Was this you? If so, click the "Okay" button and you'll be able to log in to your account within 24 hours with the new email and password you chose.

If this wasn't you, click the "This wasn't me" button to secure your account.
--------------------------------------------------------------------

Karena panik, maka saya klik saja “Okay”; ternyata kembali ke awal ketika mau masuk ke facebook. Lalu, saya coba klik yang satunya; "This wasn't me", wah malah tambah ruwet urusannya. Harus ini-itu dan lain sebagainya.

Akhirnya, dialog diatas saya share-kan ke teman-teman di Group. Tak berselang lama, ternyata teman-teman saya yang lain juga pernah mengalami kasus yang serupa, sebut saja; Kurniawati Adiputri & Halimi Zuhdy.

Lalu, disusul beberapa saran dan nasihat dari teman-teman yang lain:

Heri Cahyo: “itu ada yang coba membajaknya... dan memang itu harus via komputer, biasanya kita di minta VERIFIKASI aapakah memang banr2 kita yang akan masuk, dan ditanya beberapa hal,,, ikuti saja... sekarang kan sudah bisa? GANTI PASWORD dan EMAIL”.

Bambang Ikbal: “Banyak yang kejadian seperti ini....mudah"an bukan beneran di hack. Tipsnya coba login via komputer...ikuti step"nya dari . Kesalahan yang banyak terjadi adalah bukan di hack, tetapi login bersamaan di PC dan hape, serta kebijakan efbi meminta perhatian member agar mengganti password minimal enam bulan sekali. Bisa juga karena seringnya buka FB di beberapa media seperti seluler, PC dan laptop dan lupa untuk log out. Jadi dianggap laptop belum logout trus login pake hape tidak logout juga pake lagi komputer....jadi dianggap ada yg hacked karena IP-nya device berbeda" tapi masuk ke satu akun efbi....solusi sementara logout dari semua device, lalu login via komputer atau laptop saja....ikuti petunjuk efbi buat cara mengembalian akun anda".

Hazil Aulia: “Perkiraaan saya mungkin ada yang "nyoba" karena pesannya adalah "Someone recently answered your security question correctly in order to try to access your account." Saya tidak pernah menyimpan "username" dan "password" saya, dan selalu fasilitas penghapusan segala macam cookies dan history dari browser saat browser saya tutup..”.

Membaca saran dan nasihat teman-teman saya diatas, malah kepala jadi mumet bin puyenk, nih. Akhirnya, saya minta bantuan Mas Bambang Ikbal yang mengerti tentang IT. Karena saya khawatir, kalau saya utak-atik malah jadi gak karuan akun tersebut. Dengan memberinya email & password untuk masuk ke email serta akun FB saya.

Beberapa saat kemudian, Mas Ikbal memberi saya warning melalui inbox; “Ustadz, mohon akun-nya jangan di utak-atik dulu selama 2 X 24 jam karena FB pusat meng-karantina-nya demi security. Saya jawab; “Oke… Saya menunggu kabar dari Mas Ikbal selanjutnya aja deh…”.

Tadi malam, saya coba buka akun saya ini, ternyata sudah diganti ma pihak FB passwordnya dan diminta untuk confirm melalui email. Shubuh tadi, saya mengirimkan SMS ke Mas Ikbal tentang notif-nya FB yang demikian. Menerima SMS saya, Mas Ikbal langsung online untuk mengetahui notif tersebut.

Kemudian, tidak pakai lama, Mas Ikbal memberitahu saya kalau notif FB itu meminta kepada Si Pemilik Akun untuk mengaktifkan akun melalui Windows 7 dan memakai firefox. Akhirnya, saya ikuti nasihat dari Mas Ikbal dengan mematuhi petunjuk dari FB. Dan alhamdulillah... Akun saya akhirnya pulih...^_^

Biasanya, FB akan memverifikasinya dengan; mengenali foto teman atau pertanyaan pribadi yang telah anda buat. Saran saya, lebih baiknya anda membuat pertanyaan pribadi daripada verifikasi foto teman karena kalau teman kita lebih dari 500an, maka akan kesulitan untuk memvefikasinya apa ia benar-benar teman kita apa tidak karena terkadang, kita berteman dengan seseorang yang tidak kenal dengan kita di dunia nyata.

Terimakasih Mas Ikbal. Semoga Allah membalas kebaikan anda dengan yang lebih baik. Amin..
Semoga manfaat…

Baca Selengkapnya..

Menghindari Cacingan

Tulisan ini terinspirasi karena saya sudah lama tidak minum obat cacing. Sekitar 2 tahunan saya tidak minum obat cacing. Dulu, sewaktu saya masih SMU, guru Biologi saya, menganjurkan agar setiap setahun sekali orang dewasa harus minum obat cacing. Kalau untuk anak-anak, dari umur 2 tahun s/d 15 tahun, tiap 6 bulan sekali.

Saya masih ingat, ketika selesai pelajaran dan pulang sekolah, saya langsung bergegas ke Apotek untuk beli obat cacing. Obat cacing itu langsung saya minum. Entah, saya lupa merk obat cacingnya. Yang pasti, obat cacing tersebut terdiri dari 2 pil berukuran lumayan besar. Esok harinya, ketika BAB, saya tidak sengaja melihat semacam sesuatu yang panjang sebesar tali kabel keluar melalui feses saya. Kemudian, hal tersebut saya tanyakan ke Guru saya bahwa itu adalah cacing yang ada di usus saya dan mati disebabkan oleh obat pembunuh cacing itu.

Teman, saya ingin berbagi informasi kepada anda tentang hal ini. Inilah informasi penting tentang cacingan yang saya dapatkan dari browsing di internet. Semoga bermanfaat bagi anda dan keluarga anda di rumah agar senantiasa menjaga kesehatan dan rutin untuk minum obat cacing. Kalau zaman saya dulu, obat cacing masih belum bisa menguraikan cacing yang mati sehingga cacing keluar bersama dengan feses. Kalau sekarang, obat cacing misalnya COMB**TRIN sudah bisa menguraikan cacing menjadi feses, sehingga ketika feses keluar, cacing sudah melebur bersama feses.

Cacingan merupakan penyakit khas daerah tropis dan sub-tropis, dan biasanya meningkat ketika musim hujan. Pada saat tersebut, sungai dan kakus meluap, dan larva cacing menyebar ke berbagai sudut yang sangat mungkin bersentuhan dan masuk ke dalam tubuh manusia. Larva cacing yang masuk ke dalam tubuh perlu waktu 1-3 minggu untuk berkembang.

Cacing yang biasa “menyerbu” tubuh manusia adalah cacing tambang, cacing gelang, dan cacing kremi. “Di daerah dimana sanitasi lingkungan masih buruk, seperti Indonesia, hampir 90 persen anak-anaknya pasti terkena cacingan,” kata dr Adi Tagor. Ketika seorang anak yang cacingan buang air besar di lantai, maka telur atau sporanya bisa tahan berhari-hari, meskipun sudah dipel. “Sebelum dapat rumah, larva tidak akan keluar (menetas). Begitu masuk ke usus, baru ia akan keluar.”

Selain melalui makanan yang tercemar oleh larva cacing, cacing juga masuk ke tubuh manusia melalui kulit (pori-pori). Dari tanah, misalnya lewat kaki anak telanjang yang menginjak larva atau telur. Bisa juga larva cacing masuk melalui pori-pori, yang biasanya ditandai dengan munculnya rasa gatal. “Setelah menembus kulit, ia masuk ke pembuluh darah vena (balik), lalu menuju paru-paru. Nah, di paru-paru inilah muncul Sindroma Loffler. Anak jadi batuk seperti TBC, berdahak seperti asma. Ini termasuk ke dalam siklus perjalanan cacing.”

Setelah itu, cacing menggigit dinding usus bertelur dengan cepat di usus. “Di usus inilah makanan dipecah menjadi nutrient (zat gizi elementer yang sudah bisa diserap oleh usus). Ini yang “dibajak” oleh cacing. Jadi, cacing itu memang berdomisili di usus, karena ia tidak bisa mencernakan sendiri makanan. Ia harus makan yang sudah setengah cerna.”
Selain siklus normal, cacing juga bisa menyebar ke tempat-tempat lain, seperti hati atau bagian tubuh lain.

Nutrisi Dibajak

Dampak cacingan ternyata tidak sepele. Dari pertumbuhan fisik yang terhambat, hingga IQ loss. Dampak yang paling banyak adalah anemia atau kadar haemoglobin (Hb) rendah. Hb sangat vital bagi manusia, lanjut dr Adi.

“Fungsinya seperti alat angkut, seperti truk, yang membawa oksigen dan makanan dari usus ke seluruh organ tubuh,” jelas Adi yang mengibaratkan fungsi kerja Hb yang seperti Bulog yang mengantar beras. “Kalau truk-nya sedikit, ya kiriman berasnya akan telat. Begitu pun pada orang yang anemia. Suplai oksigen dan nutrient ke otak sedikit, ke ginjal sedikit.”

Padahal, seorang anak yang sedang tumbuh membutuhkan banyak nutrient. “Nutrisi itu dibagi dua, yaitu makro nutrient (karbohidrat, lemak, protein, air) dan mikro nutrient (vitamin dan mineral). Nah, ini yang dibajak. Jadi, yang gemuk cacingnya, bukan anaknya,” tandas Adi. “Di dalam tubuh, cacing-cacing ini akan beranak lagi, lagi, dan lagi. Kadang-kadang, kalau menggumpal, bentuknya seperti bola. Bisa juga terjadi “erratic”, cacing keluar keluar lewat hidung atau mulut.”

Anemia membuat anak gampang sakit karena tidak punya daya tahan. “Gimana mau sehat kalau zat-zat untuk membuat daya tahan, terutama protein, sudah dibajak di usus oleh cacing,” lanjutnya. Anak juga akan kehilangan berat badan, dan prestasi belajar turun.

Berakibat Fatal

Cacingan juga bisa berakibat fatal. “Bisa ke empedu, meski jarang, atau bikin usus bolong. Fatalnya memang tidak secara langsung, tapi karena fisiknya lemah, daya tahan turun, maka penyakit lain pun masuk. Nah, penyakit lain inilah yang bikin fatal.”

Gejala cacingan biasanya ditandai dengan sakit perut, diare berulang, dan kembung. “Seringkali juga ada kolik yang tidak jelas dan berulang,” jelas Adi. Kalau sudah parah, “Muka anak akan tampak pucat dan badan kurus. Ini berarti sudah terjadi pemiskinan secara fisik,” lanjut dokter spesialis anak yang juga pemegang diploma kesehatan publik dari Singapura ini.

Kapan orangtua membawa anak ke dokter? Di daerah tropis dan sub-tropis, apalagi di daerah yang sanitasinya buruk, hampir semua anak pasti cacingan. Di daerah miskin, angka cacingan pada anak bahkan dipastikan bisa 100 persen. “Jadi, nggak perlu diperiksa, pasti cacingan. Oleh karena itu, setiap enam bulan sekali pada masa usia tumbuh, yaitu usia 0 sampai sekitar usia 15 tahun, anak diberi obat cacing.” Jangka waktu enam bulan ini untuk memotong siklus kehidupan cacing.

Dewasa Juga Cacingan

Menurut Adi Tagor, orang dewasa pun bisa cacingan. “Obat cacingnya untuk orang dewasa juga ada, tapi diberikan setahun sekali.” Yang membedakan cacingan pada anak dan pada dewasa adalah, anak-anak masih tumbuh dan berkembang, sementara orang dewasa sudah tidak lagi tumbuh dan berkembang. “Orang dewasa juga masih bisa survive, bisa melawan sendiri cacing yang ada.”

Yang harus dicermati adalah, kira-kira 60-80 persen penyakit yang terjadi pada usia dewasa dimulai di usia pertumbuhan. Misalnya, anemia kronis akibat cacingan. Ini akan membuat jumlah sel otak berkurang karena kekurangan nutrisi selama masa tumbuh kembang.

Akibatnya, ketika dewasa, kualitas fisik dan IQ orang tersebut tentu akan berkurang juga. Contoh lain, ketika kecil terkena penyakit infeksi yang tidak ketahuan. “Setelah dewasa sakit ginjal, dan sebagainya.”

Inilah usus yang dibedah, yang sudah akut kena cacingan!! Semoga anda tidak jijik melihatnya. Tapi, inilah realitas kalau dalam tubuh manusia itu ada parasit yang sangat mematikan seperti ini.

Tips Menghindari Cacingan
- Biasakan anak untuk membersihkan tangan dengan sabun, sebelum makan, seusai makan, atau setelah bermain, khususnya di luar rumah.
- Potong kuku anak secara teratur. Kuku panjang bisa menjadi tempat bermukim larva cacing.
- Ajari anak untuk tidak terbiasa memasukkan tangan ke dalam mulutnya. Selalu pakaikan sandal atau sepatu setiap kali anak bermain di luar rumah.
- Jaga kebersihan sanitasi lingkungan, misalnya dengan rajin membersihkan kakus atau septictank.

Baca Selengkapnya..

Pengin Banyak Yang Berkomentar

Di waktu senggang, tiba-tiba saya di datangi oleh mahasiswa saya sambil berkata; “Ustadz, saya suka sekali baca tulisan antum (njenengan). Tiap kali saya membaca, komentar-komentarnya selalu banyak".

Jawab saya; “Iya, terus kenapa?..”

“Itu bagaimana tips-nya supaya tulisan kita banyak yang baca, trus banyak yang berkomentar, ustadz?...”, sahut mahasiswa saya tersebut.

“Iya, nanti saya jawab lewat tulisan di FB saja, ya. Kalau jelasin sekarang, ndak cukup waktunya. Coz, saya mau masuk kelas nih…”.

“Oke, ustadz.. Saya tunggu note-nya…”.

----------------------------------------------------------------
Teman, didatangi oleh mahasiswa saya yang lugu ini saya jadi tersenyum sendiri. Betapa tidak, masih ada saja yang bertanya tentang hal sepele “beginian” itu. Tapi tidak apalah, itung-itung pertanyaan tersebut bisa saya jadikan tema tulisan saya hari ini…^_^

Kalau saya cermati, ada beberapa alas an, kenapa tulisan/status/foto seseorang di jejaring social itu banyak dikomentari oleh orang lain. Saya membaginya menjadi;

1. Berkualitas
2. Pertemanan
3. Tematik

1. Berkualitas
Karena tulisan-tulisannya berkualitas, maka tentu saja sudah barang tentu banyak orang yang tertarik membacanya dan mengomentari tulisan tersebut. Biasanya, untuk membangun tulisan yang berkualitas tidak semudah membalik telapak tangan, lho?

Tulisan berkualitas adalah hasil dari kerja keras penulis tersebut setelah ratusan bahkan ribuan kali untuk belajar menulis sehingga menjadikan tulisannya menjadi tulisan yang mempunyai style dan berkarakter.

Bahkan, saking berkualitasnya, tulisan-tulisan tersebut (baca; kalau sudah berkarakter & mempunyai style), orang akan bisa menebak, tulisan itu adalah tulisannya Si A atau Si B atau Si C. Kenapa demikian, karena tulisan adalah “jati diri” penulis orang tersebut. Meski, tidak mencantumkan nama penulisnya, kita bisa mengetahuinya.

Saya carikan contohnya:
- Ersis Warmansyah Abbas: Tulisan-tulisannya dapat saya kenali & mempunyai karakteristik tersendiri.
- Asma Nadia: Novel-novelnya akrab di mata & pikiran saya.
Izzatul Jannah: Tulisan-tulisan tentang bahasa ABG-nya sangat saya ketahui.
- Habiburrahman: Nuansa novel keislamannya sangat kental saya rasakan.
- Emha Ainun Najib: Tulisan-tulisan “nakalnya” sudah saya rasakan kelucuannya.
- Imam Suprayogo: Renungan-renungannya di FB menjadi pencerah bagi kami civitas akademika di kampus UIN Malang.
- Dan lain-lain.

2. Pertemanan
Pertemanan yang saya maksudkan disini adalah pertemanan di jejaring social. Tentunya, sesame teman kan, harus take & give. Saling member dan menerima. Maksudnya demikian, apabila teman kita menge-tag kita sebuah tulisan, maka teman tersebut hakikatnya adalah “give” memberi kita tulisan/informasi yang ada pada tulisan tersebut.

Karena seorang teman memberi, maka sudah selayaknya-lah kita menerima. Menerima disini adalah menerima tulisan teman kita tersebut dengan cara mengomentari tulisan tersebut atau sekedar menge-like saja.

Usahakan, apabila ada teman yang “member” kepada kita, jangan sampai “pemberiannya” kita sia-siakan. Artinya, jangan didiamkan dan cuek saja. Tapi, terimalah pemberian itu dengan apresiasi yang baik.

Jangan sampai, kita pengin tulisan kita dikomentari & di-like banyak orang, trus kitanya ogah untuk mengomentari tulisan teman kita yang lain. Saya jamin, teman-teman anda tersebut, akan ogah & tidak mau lagi mengomentari tulisan yang anda tag-kan kepadanya.

Alasannya kenapa?
Ya, karena anda mau enaknya sendiri. Orang disuruh baca tulisan & mengomentari tulisan kita, sedangkan kitanya gak mau melakukan itu. Kalau hal itu yang anda lakukan, jangan harap tulisan anda banyak yang mengomentari, meski tulisan anda hakikatnya bagus, disebabkan arogan.

3. Tematik
Tematik saya artikan disini adalah sesuai dengan tema atau situasi atau keadaan orang tersebut. Orang akan mencoba akan menelisik tulisan kita karena sesuai dengan hati dan perasaannya saat itu. Kalau masalah tematik ini, biasanya anak muda suka sekali dengan tulisan/note yang ada “bumbunya” percintaan. Apalagi judul/tema tulisannya menarik, sehingga menjadikan orang penasaran dan ingin membacanya.

Beberapa teman saya di FB yang tulisan-tulisannya berkualitas dan menjadi “trade mark” mereka:
- Tentang Tulis-menulis, Dunia Kepenulisan: Ersis Warmansyah Abbas
- Keislaman/Keagamaan: Ali Akbar Bin Agil, Taufiq El-Rahman, Abrar Rifai
- Kesusastraan/Puisi: Halimi Zuhdy, Mahbub Djunaidi, Bintang Kejora
- Fiksimini: Fonny Jodikin, Bhudi Tjahja, Risma Purnama, Ratu Marfuah
- Kesehatan & Toga: Maria Widiatiningsih
- Kuliner/Memasak: Hazil Aulia, Mamane Kirana
- Bisnis/Pemasaran: Akung Krisna
- IT: Heri Cahyo, Bambamg Ikbal, Wahyu Permadi
- Cerpen/Novelis: Vincensia Naibaho, Osya Oshin, Faricha Hasan, Jazim Naira Chand
- Fotographer: Agustus Sani Nugroho, Em Nashir
- Tulisan Bebas: Sitie Zumaroh, Irawati Syahriah, Achoey El-Haris, Hesti Setiarini, Vircentia Ling
- Filsafat: Frans. Nadeak
- Jurnalistik: Husnun N Djuraid
- Motivator: Asriana Qibtiyah, Nur Muhammadian, Syaifoel Hardy, Agus Piranhamas

Untuk menjadi ahli menulis seperti yang saya sebutkan diatas, tentu prosesnya tidak instan. Mereka juga sama, pernah gagal & selalu berlatih menulis, menulis & menulis setiap harinya. Kalau tidak percaya, lihat saja di wall-nya beliau masing-masing. Dan yang saya kagumi dari mereka adalah, mereka juga tidak malas untuk membalas komentar/tulisan kita juga, lho...^_^

Baca Selengkapnya..

Minggu, 27 November 2011

Manfaat Daun Pepaya

Salah satu sayur yang saya gemari adalah sayur daun papaya. Entah sayur tersebut ada kuahnya atau berbentuk tumis. Padahal, banyak orang yang “emoh” dengan sayur daun papaya. Kebanyakan, anak-anak muda lebih menghindari sayur ini karena rasanya yang kurang enak atau pahit. Namun tidak bagi saya. Saya sangat menyukai sayur daun papaya ini. Apalagi daun papaya ini dimasak oseng-oseng atau tumis yang pedas rasanya. Hemmmmm, bikin ngiler nih rasanya.

Sudah 2 minggu ini, langganan warung yang saya beli “ tumis daun papaya” kehabisan stok daun pepayanya. Lalu, ibu pemilik warung mengganti dengan daun singkong yang rasanya tidak pahit. Malahan, ibu tersebut “nyelethuk” dan berkata; “Malah enakan ini, mas. Daun papaya kan, rasanya pahit?”. Lalu saya jawab; “Justru karena rasanya yang agak pahit itulah yang saya suka, bu. Disamping itu, kandungan gizi dalam daun papaya sangat banyak, lho?...”.

Teman, saya mengetahui kandungan gizi daun papaya ini sejak saya SMU dulu. Karena kandungan gizi & manfaatnya yang sangat banyak itulah membuat saya menyukai sayur daun papaya, meski rasanya agak pahit dilidah.

Dari beberapa penelitian dijelaskan, batang dan daun pada tumbuhan pepaya mengandung banyak getah putih seperti susu (white milky latex), yang berpeluang dikembangkan sebagai antikanker. Manfaat getah pepaya untuk kesehatan dibuktikan Bouchut secara ilmiah, seperti dikutip Journal Society of Biology, yang menyatakan daun pepaya bersifat antitumor atau kanker.

Peran itu dimungkinkan oleh kandungan senyawa karpain, alkaloid bercincin laktonat dengan tujuh kelompok rantai metilen. Dengan konfigurasi itu, tak hanya tumor dan penyakit kulit yang disembuhkan, karpain ternyata juga ampuh menghambat kinerja beberapa mikroorganisme yang menggangu fungsi pencernaan.

Sehingga efektif untuk menekan penyebab tifus. Daun pepaya juga mengandung berbagai macam zat, antara lain vitamin A, B1, kalori, protein, lemak, hidrat arang, kalsium, fosfor, besi, dan air.

Selain itu Lebih dari 50 asam amino terkandung dalam getah pepaya, antara lain asam aspartat, treonin, serin, asam glutamat, prolin, glisin, alanin, valine, isoleusin, leusin, tirosin, fenilalanin, histidin, lysin, arginin, tritophan, dan sistein. Bahan-bahan tersebut biasanya dipadukan dalam bahan baku industri kosmetik untuk menghaluskan kulit, menguatkan jaringan agar lebih kenyal, dan menjaga gigi dari timbunan plak.

Selain bermanfaat bagi kulit, daun pepaya terutama dapat digunakan untuk kesehatan wanita antara lain untuk mengobati keputihan, demam akibat nifas, melancarkan haid dan melancarkan air susu ibu (ASI). Beberapa penyakit lain seperti flu, malaria dan demam juga dapat memanfaatkan daun pepaya sebagai penangkalnya.

Lebih lanjut cara menggunakan daun pepaya untuk mengobati penyakit sebagai berikut:

1. Jerawat
Jemur 2-3 helai daun pepaya yang sudah tua, lumatkan sambil diberi air, peras. Oleskan sarinya pada jerawat.

2. Keputihan
Ambil satu lembar daun pepaya, satu potong akar rumput alang-alang, adas pulosari secukupnya. Selanjutnya daun pepaya dicincang halus, kemudian direbus bersama bahan lainnya dengan 1,5 liter air sampai mendidih dan disaring kemudian diminum satu kali sehari satu gelas dan dilakukan secara teratur.

3. Mencegah Demam Nifas
Sehelai daun pepaya muda dicuci, iris-iris, rebus dengan gula aren dan segelas air sampai airnya tinggal 1/2. Minum sekaligus segera setelah melahirkan selama dua hari berturut-turut.

4. Melancarkan Haid
Dua helai daun pepaya dicuci, tumbuk halus sambil diberi 1/4 gelas air, peras, beri garam. Minum sekaligus satu kali sehari.

5. Melancarkan ASI
Beberapa helai daun pepaya dicuci, layukan di atas api. Hangat-hangat ditaruh di sekeliling payudara.

6. Obat Malaria dan Demam
Tumbuk daun pepaya muda hingga menjadi 1/2 gelas, tambahkan air 3/4 gelas dan garam, peras, saring. Minum 3 kali sehari; lakukan 5 hari berturut-turut.

7. Menambah Nafsu Makan
Sehelai daun pepaya segar dicuci, lumatkan, beri garam dan air sedikit demi sedikit sebanyak 1/4 gelas, peras. Minum airnya sekaligus.

8. Malnutrisi
Satu lembar daun pepaya direbus dengan 1,5 gelas air sampai mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Kemudian diminumkan pada balita 2 sendok makan setiap hari.

9. Flu
Cuci tiga helai daun pepaya muda, lumatkan, peras, beri garam. Minum dua kali sehari untuk anak-anak, dan empat kali sehari untuk dewasa.

Nah, bagaimana sekarang? Apa anda masih kurang berminat dengan sayur daun pepaya ini?...

Semoga bermanfaat...^_^

Baca Selengkapnya..

Lyric & Resensi Movie: Dil Hai Tum Haara

Mastaana mausam hai ra.ngiin nazaara
The weather is intoxicating; what a beautiful sight!

DhaRkan kya kahatii hai samjho ishaara
What does my heartbeat say to you? Understand what it's implying.

Aaj se jaaneman dil hai tumhaara...
From today onward, darling, my heart is yours...

Mastaana mausam hai ra.ngiin nazaara
The weather is intoxicating; what a beautiful sight!

DhaRkan kya kahatii hai samjho ishaara
What does my heartbeat say to you? Understand what it's implying.

Aaj se jaaneman dil hai tumhaara...
From today onward, darling, my heart is yours...

Chorii chorii mai.n ne tumse pyaar kiya hai...
Secretly I've fallen in love with you...

Maano bachna
Believe it!

Tum ne mujhko kitna beqaraar kiya hai
How restless with desire you've made me!

Mushkil bataana
It's difficult to put into words.

Koii bhii to na jaane ham kaise diiwaane hu'e
No one knows how we went mad.

Duniya me.n na koii hai tumse pyaara
No one in the world is more precious to me than you.

DhaRkan kya kahati hai samjho ishaara
What does my heartbeat say to you? Understand what it's implying.

Aaj se jaaneman dil hai tumhaara...
From today onward, darling, my heart is yours...

Chaahat ka mausam hai javaan kho'e kho'e se ham yahaa.n
The season of desire is young, and we're lost in it

Khwaabo.n me.n to kho ga'ii diiwaanii sii mai.n ho ga'ii
I lost myself in dreams, I lost my mind over you!

Lagta hai hoga nahii.n tum bin guzaara
Without you, it seems like there's not even a life to live.

DhaRkan kya kahati hai samjho ishaara
What does my heartbeat say to you? Understand what it's implying.

Aaj se jaaneman dil hai tumhaara...
From today onward, darling, my heart is yours...

Mastaana mausam hai ra.ngiin nazaara
The weather is intoxicating; what a beautiful sight!

DhaRkan kya kahati hai samjho ishaara
What does my heartbeat say to you? Understand what it's implying.

Aaj se jaaneman dil hai tumhaara...
From today onward, darling, my heart is yours...

Dil hai tumhaara...
My heart is yours...




-------------------------------------
Sinopsis Singkat:

Shalu (Preity Zinta) & Samir (Jimmy Shergill) adalah dua sahabat sejati sejak kecil. Ketika Shalu mengalami kegalauan, Samir-lah yang senantiasa menghiburnya dengan boneka mainannya. Namun lambat laun, Samir mempunyai rasa cinta kepada Shalu. Rasa itu dipendam hingga mereka dewasa. Samir akhirnya mengetahui kalau Shalu sedang jatuh cinta kepada orang lain. Samir sedih dan harapan cintanya sirna. Namun, dengan kebesaran hati Samir, ia tidak memutuskan hubungan persahabatan yang dijalin sejak mereka kecil. Samir tetep bisa menyayangi Shalu sebagai seorang sahabat.

Shalu mempunyai Ibu tiri & adik tiri, adik tirinya bernama Nimmy (Mahima Chaudry). Ibu tirinya sangat pilih kasih dalam hal kasih sayangnya. Itu disebabkan, Shalu adalah anak tiri dari suami & selingkuhannya yang meninggal karena kecelakaan. Pesan suaminya, agar ia mau untuk merawat anak hasil darah dagingnya itu karena anak itu tidak mempunyai siapa-siapa lagi di dunia ini.

Shalu broken home dan akhirnya ingin mandiri dan bekerja di sebuah perusahaan yang hampir bangkrut dan bertemu Dev (Arjun Rampal). Awal mula bertemu Dev, Shalu mengira Dev adalah Sopirnya Bos di perusahaan tersebut. Padahal , Dev adalah putra dari Bos di perusahaan itu. Lambat laun, Shalu & Dev menjalin cinta.

Konflik mulai terjadi ketika Ibu Tiri Shalu mengetahui hubungan Shalu dengan Dev. Padahal, nimmy putri kandungnya mengutarakan isi hatinya kepada Ibunya kalau ia jatuh cinta kepada Dev, si anak Bos teman sejawat Ibunya.

Film Dil Hai Tumhaara ini melibatkan 4 tokoh di film tersebut (Shalu, Dev, Samir & Nimmy) dalam pergulatan bathinnya. Namun, diantara kisah cinta 4 tokoh diatas, saya lebih menyukai hubungan Shalu dengan Samir, yaitu kisah persahabatan yang dijalin sejak kecil.

Kalau anda belum pernah menonton film ini, bisa dijadikan referensi untuk hiburan bersama keluarga anda dirumah. Film ini agak kocak & bergenre romantic… So, bisa ketawa-ketiwi sambil menangis sesenggukan... Hehehe...

Baca Selengkapnya..

Ngerjain Pak Hazil Aulia

Tadi siang, tepatnya jam 13.30an, saya berkesempatan untuk “ngerjain” seorang kawan sekaligus sudah saya anggap sebagai ayah saya sendiri di jejaring social ini, beliau adalah Hazil Aulia. Saya mengenal Pak Hazil Aulia melalui tulisan-tulisannya Pak Ersis di facebook, karena beliau selalu mengomentari tulisan-tulisannya Pak Ersis ketika diposting ke facebook, tak terkecuali saya.

Entah, kapan ya, saya mulai pertama kali mengenal Pak Hazil? Mungkin sekitar 2 tahunan, kalau tidak salah hitung. Yang pasti, saya yang meng-add beliau duluan. Kemudian, beberapa saat kemudian, beliau mengirim message di inbox saya; “Terimakasih, mas. Telah menambahkan saya sebagai teman. Saya harus banyak belajar menulis nih, dari sampeyan”. Begitulah kerendah-hatian beliau. Lalu, inbox beliau saya balas; “Sama-sama, Pak Hazil. Saya juga masih belajar, kok...”.

Nah, kembali kepada topik “ngerjain” beliau, saya sebenarnya sudah mempunyai nomornya dari Om Akung Krisna, sebelum prosesi “ngerjain” jam satu siang tadi. Tapi tak apalah, supaya “ngerjain” saya lebih top markotop dan lebih meyakinkan.

Inilah SMS saya yang “ngerjain” Pak Hazil Aulia;

Saya: Aslmkm... Pak Hazil, saya Mas Erryk Kusbandhono. Ada berita kurang enak tentang sampeyan di Group “PNBB”, pak. Tapi, rasanya gak etis kalau saya sampaikan lewat SMS, nich. Gpp, kah? Saya sangat sedih mendengar berita ini...

(tanpa menunggu lama, beberapa detik kemudian, beliau membalas SMS saya)

Pak Hazil: Berita tentang apa, mas? Sampaikan saja. Ndak masalah, karena semua yang benar dari Allah SWT.

(saya yakin, ketika Pak Hazil menerima SMS saya pertama kali itu, beliau sangat kaget dan panik)

Saya: Saya sebenarnya sedih mau menyampaikan berita ini pak, yaitu: “Pak Hazil Aulia dicari PANITIA IDUL ADHA UNTUK DIJADIKAN QURBAN 1432 H...”. Wuakakakakakakak.... Panik ya, pak...^_^

Pak Hazil: Hax hax hax... T.E.R.L.A.L.U....^_^





Salam PNBB


---------------
Warning: Guyonan “SMS” ini dilarang untuk “mengerjain” ibu hamil & menyusui atau yang mempunyai penyakit jantung. Hax hax hax...^_^

Baca Selengkapnya..

Kamis, 17 November 2011

Buah Juwet, Buah Yang Kaya Zat Antioksidan

Setelah membahas Buah Ciplukan dan Keres, maka pembahasan saya yang ketiga adalah buah juwet (duwet). Dulu, ketika saya masih SD, di tempat tinggal saya (di Mojoagung-Jombang), saya tidak mengalami kesulitan untuk menjumpai pohon dan buah ini. Bahkan, di pekarangan rumah kakek saya pun telah bercokol pohon juwet di samping rumahnya.

Namun, sayang sekali. Hingga saat ini, sejak 14 tahun yang silam, saya tidak pernah lagi menjumpai pohon dan buah ini. Disebabkan karena sayanya yang kurang awas melihat kanan-kiri tempat tinggal saya, atau memang pohon ini sudah tidak begitu dihargai sehingga pohonnya banyak yang ditebang.

Di beberapa daerah lain di Indonesia, orang mengenal buah ini dengan nama jamblang, juwet (duwet), atau jambolan. Sebenarnya ada jenis yang berwarna putih, yang dikenal dengan nama duwet putih, namun lebih jarang ditemui dan kurang populer walaupun rasanya lebih manis, lebih segar, dan kurang sepat.

Pada umumnya orang hanya mengenal buah duwet ungu saja sehingga bila menyebutkan buah duwet biasanya yang dimaksud adalah buah duwet ungu. Pohonnya biasanya tumbuh liar di ladang, pekarangan rumah, lereng gunung, bahkan tidak jarang di kuburan. Dalam buku Flora disebutkan, pohon ini tumbuh di bawah 300 m dpl.

Buah juwet (Syzygium cumini) masih satu famili dengan jambu air dan cengkeh (Myrtaceae). Pohonnya tinggi, bisa mencapai 10-20 m, dan kayunya baik digunakan sebagai bahan bangunan. Ini yang menyebabkan orang sering kali lebih suka menebang pohon tersebut untuk diambil kayunya karena buahnya kurang mempunyai nilai ekonomi. Untuk memanennya, orang harus memanjat dan membawa galah yang berkantong karena kalau jatuh ke tanah buahnya mudah hancur.

Aktivitas Antioksidan

Buah juwet ternyata mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat tinggi. Bila dibandingkan, aktivitasnya hampir setara dengan BHT -antioksidan sintetik- yang umum digunakan saat ini. Besar kemungkinan hal ini disebabkan oleh warna ungu/pigmen ungu dalam buah tersebut yang dikenal dengan nama antosianin.

Aktivitas antioksidan buah juwet dipengaruhi oleh tahapan kematangannya. Buah mentah yang berwarna hijau aktivitas antioksidannya rendah, buah hampir masak yang berwarna merah dan masih keras aktivitas antioksidannya meningkat, dan buah masak yang berwarna ungu aktivitas antioksidannya paling tinggi. Oleh sebab itu, buah duwet memang sebaiknya dikonsumsi pada saat sudah masak, namun sebaiknya pada saat masih segar. Begitu kurang segar, aktivitas antioksidannya menurun tajam.

Belum banyak penelitian yang dilakukan terhadap buah ini, mungkin karena nilai ekonominya rendah dan sulit memperoleh sampel memadai. Padahal, sebenarnya buah ini mempunyai potensi yang baik sebagai sumber antioksidan alami, rasanya sudah dapat diterima oleh masyarakat, aman, dan sebagai buah bisa dikonsumsi dalam jumlah cukup banyak sehingga bisa berkontribusi terhadap kesehatan.

Dibandingkan rempah-rempah -yang aktivitas antioksidannya tinggi- namun biasanya hanya dikonsumsi dalam jumlah sedikit; atau dibandingkan antioksidan sintetik -yang aktivitas antioksidannya tinggi- namun sering diragukan keamanannya; maka buah berwarna ungu ini cukup potensial sebagai sumber antioksidan yang aman.

Peran Antioksidan

Antioksidan dipercaya mempunyai peran penting terhadap kesehatan, khususnya dalam mencegah dan memerangi penyakit-penyakit degeneratif, seperti CHD (coronary heart disease) dan kanker. Sebelumnya para ilmuwan percaya bahwa konsumsi buah dan sayur dapat menurunkan risiko kanker karena buah dan sayur banyak mengandung antioksidan vitamin, seperti vitamin C (asam askorbat), vitamin E (tokoferol), dan beta karoten (provitamin A).

Namun, studi akhir-akhir ini menunjukkan bahwa sebenarnya ada senyawa lain dalam buah dan sayur yang menurunkan risiko kanker, yaitu polifenol. Polifenol bisa bekerja dengan beberapa cara untuk mencegah kanker, misalnya dengan memblok karsinogen, sebagai antioksidan, menyapu radikal bebas, antiproliferasi, maupun antiprogresi. Polifenol meliputi beberapa golongan senyawa, termasuk di antaranya flavonoid dan salah satu anggotanya adalah antosianin.

Antosianin sebagai penyebab warna ungu pada buah duwet sebelum ini hanya dikenal sebagai pigmen yang berfungsi untuk menarik serangga agar membantu penyerbukan maupun penyebaran biji. Pigmen ini terdapat luas pada tanaman, umumnya pada bunga dan buah, dengan variasi warna merah, ungu, biru, sampai jingga, misalnya pada stroberi, murbei, markisa, dan blueberry. Antosianin larut dalam air sehingga memudahkan inkorporasi ke dalam bahan pangan.

Aktivitas antioksidan antosianin terlihat baik pada buah berantosianin maupun pada antosianin murni. Beberapa jenis antosianin bahkan mempunyai aktivitas antioksidan dua kali lipat dibandingkan antioksidan komersial yang sudah banyak dikenal selama ini, seperti katekin dan alfa-tokoferol.

Jadi, warna merah keunguan pada buah duwet yang disukai anak-anak itu besar manfaatnya untuk kesehatan sehingga tidak mengherankan bila mereka biasanya sehat dan berenergi. Untuk penerapan secara lebih luas di masa mendatang, buah ini bisa diolah menjadi sari buah/jus, bisa juga dibuat menjadi selai untuk pengisi donat, atau untuk mempercantik penampilan serta menambah cita rasa pada es krim dan yoghurt.

Teman, kalau kita mau mencermati dengan seksama, buah-buahan yang mempunyai warna yang sangat mencolok seperti buah naga, buah blue berry, buah juwet, buah keres, buah pepaya dan buah-buah lainnya adalah buah yang mempunyai kandungan zat antioksidan yang sangat tinggi dan bermanfaat bagi tubuh manusia. Itulah warna alami buatan Tuhan. Namun, bedakan dengan warna buatan manusia (seperti pewarna buatan, pengawet, penyedap, pengental dll)? Tidak menjadikan sehat, malah menjadikan sakit dan besar kemungkinan bila menkonsumsi makanan yang mengandung zat ini, akan terkena kanker.


-Dari berbagai sumber-

Baca Selengkapnya..

Wirid Penangkal Gangguan Jin & Sihir

Ketika tahun 2008, saya mempunyai mahasiswi yang mengalami gangguan dari Jin dan makhluk halus yang menampakkan wujud kepadanya. Bagaimana tidak takut, setiap saat dia “ditampakkan” sosok makhluk yang seharusnya ghaib dan tidak perlu tampak oleh kasat mata manusia, yaitu pocong.

Setelah beberapa “orang pinter” didatangi, masih saja tidak berhasil dan pocong-nya tidak bergeming untuk meninggalkannya. Karena saya dulu walikelasnya di Perkuliahan Bahasa Arab, ia menemui saya untuk minta bantuan dan petunjuk bagaimana supaya problemnya itu teratasi. Saya sendiri (mudah-mudahan tidak terjadi) juga “ngeri” apabila diganggu dengan penampakan sosok makhluk “pocong” seperti itu.

Saya teringat, ketika saya dulu masih mahasiswa, pernah berteman dengan seorang teman (namanya Nurcholis dari Bangil). Ia adalah adik tingkat saya di UIN Malang dan terkenal sufi banget tindak-tanduknya. Ia berkata; “Mas, kalau sampeyan & keluarga, atau siapapun yang mengalami gangguan dari Jin & makhluk halus atau sihir, amalkanlah wirid ini!. Buku awrad ini saya hadiahkan buat sampeyan, karena sampeyan sudah saya anggap seperti kakak saya sendiri.” (sambil menyodorkan buku awrad, yang belakangan saya ketahui buku awrad tersebut diamalkan oleh para habaib & muhibbin).

Untunglah, buku doa atau wirid tersebut masih ada dan saya simpan di rumah. Dan besoknya, saya ijazahkan ke mahasiswi saya tersebut untuk diamalkan dan dibaca tiap ba’da maghrib & ba’da shubuh. Semoga dengan wasilah wirid tersebut, Allah memberikan perlindungan & benteng yang kokoh kepadanya agar tidak diganggu oleh makhluk ghaib.

Setelah beberapa minggu kemudian, senyum simpul kembali telah mengembang pada diri mahasiswi saya itu, karena sudah tidak diganggu dan diikuti lagi oleh makhluk halus. Teman, inilah wirid tersebut. Saya share-kan untuk anda. Barangkali, ada keluarga atau handai taulan anda yang mengalami hal serupa.

Semoga Manfaat...^_^



-----------------------------
Wirid Sakran

بسم الله الرحمن الرحيم. اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَحْتَطْتُ بِدَرْبِ اللَّهِ، طُوْلُهُ مَاشَاءَ اللَّهُ، قُفْلُهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، بَابُهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، سَقْفُهُ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. أَحَاطَ بِنَا مِنْ : بِسْمِ الله الرحمن الرحيم. الحمد لله رب العالمين. الرحمن الرحيم. مالك يوم الدين. إياك نعبد وإياك نستعين. اهدنا الصراط المستقيم. صراط الذين أنعمت عليهم غير المغضوب عليهم ولا الضآلين. آمين.

(سُوْرٌ... سُوْرٌ... سُوْرٌ)

وَآيَاتُهُ ... اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ. لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ. لَهُ مَا فِيْ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ. مَنْ ذَاَ اللَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدُهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ. يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ. وَلاَ يُحِيْطُوْنَ بِشَيْئٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ. وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ. وَلاَ يَؤُدُهُ حِفْظُهُمَا. وَهُوَ الْعَلِيْمُ الْعَظِيْمُ.

بِنَا اسْتَدَارَتْ كَمَا اسْتَدَارَتِ الْمَلاَئِكَةُ بِمَدِيْنَةِ الرَّسُوْل بِلاَ خَنْدَقٍ وَلاَ سُوْرٍ مِنْ كُلِّ قَدَرٍ مَقْدُوْرٍ وَحَذَرٍ مَحْذُوْرٍ وَمِنْ جَمِيْعِ السُّرُوْرِ. (تَتَرَّسْنَا بِاللَّهِ...3) مِنْ عَدُوِّنَا وَعَدُوِّ اللَّهِ، مِنْ سَاقِ عَرْشِ اللَّهِ، إِلَى قَاعِ أَرْضِ اللَّهِ، بِمِئَةِ أَلْفِ أَلْفِ أَلْفِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، صِنْعَتُهُ لاَ تَنْقَطِعُ بِمِئَةِ أَلْفِ أَلْفِ أَلْفِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، عَزِيْمَتُهُ لاَ تَنْشَقُّ بِمِئَةِ أَلْفِ أَلْفِ أَلْفِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.

اللَّهُمَّ إِنْ أَحَدٌ أَرَادَنِيْ بِسُوْءٍ مِنْ الْجِنِّ وَالإِنْسِ وَالْوُحُوْشِ، وَغَيْرٍِهِمْ مِنْ سَائِرِ الْمَخْلُوْقَاتِ مِنْ بَشَرٍ أَوْ شَيْطَانٍ أَوْ صُلْطَانٍ أَوْ وَسْوَاسٍ، فَارْدُدْ نَظَرَهُمْ فِيْ انْتِكًاسٍ وَقُلُوْبُهُمْ فِيْ وَسْواَسٍ وَأَيْدِيَهُمْ فِيْ إِفْلاَسٍ وَأَوْ بِقْهُمْ مِنَ الرِّجْلِ إِلَىَ الرَّأْسِ، لاَ فِيْ سَهْلٍ وَلاَ يَقْطَعُ وَلاَ فِيْ جَبَلٍ يَطْلَعُ بِمِئَةِ أَلْفِ أَلْفِ أَلْفِ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.

وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِِ وَسَلَّمَ. وَالْحَمْدُ للَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. آمِيْن.


Terjemahan Wirid Al Imam Al Hafidh Al Musnid Abu Bakar As-Sakran As-Segaf

Wahai Allah Aku berlindung dan membentengi diriku dengan pemeliharaan-Mu, yang panjangnya menurut kehendak-Mu (tiada terbatas panjangnya, sepanjang usia, makanan, minuman, ucapan, panca indra, perasaan dan lain-lain pada diriku

Kuncinya adalah Laa ilaaha illallah (sebagaimana benteng mestilah memiliki kunci yang kuat, dan kunci benteng pagar Allah ini adalah dengan kekuatan Laa ilaaha illallah), dan gerbangnya adalah Muhammad Rasulullah saw (setiap musuh yang akan menyerang akan berhadapan dengan kemulyaan Rasulullah saw, maka jadilah musuhku adalah musuh Nabi saw), atapnya adalah kalimah Laa haula wala quwwata illa billah (atap adalah yang menaungi dari panas dan hujan, dan atap dalam doa ini yang dimaksud adalah takdir yang akan turun kepadaku, kupayungi dengan: Tiada daya dan upaya hanya kekuatan Allah (membentengiku dari...)

-Baca Surat Al-Fatihah-
(Terjagalah.. Terjagalah.. Terjagalah..)
Demi ayat… -Baca ayat kursiy-

Kami memohon perlindungan sebagaimana para malaikat membentengi kota Sang Nabi saw, perlindungan yang tidak membutuhkan parit dan dinding, dari segala ketentuan yang tak menguntungkan, ancaman segala yang mengancam, dan dari segala kejahatan. Kami berlindung kepada Allah.., Kami berlindung kepada Allah.., Kami berlindung kepada Allah.., dari musuh musuh kami dan musuh musuh Allah, perlindungan yang segera turun, dari Arsy Allah yang dihamparkan di bumi Allah, demi seratus ribu ribu ribu: Laa Haula wala quwwata illa billah, Kekuatan Allah tidak ada yang menandingi, Demi seratus ribu ribu ribu: Laa Haula wala quwwata illa billah, Penjagaan Allah idtak akan bisa ditembus, Demi seratus ribu ribu ribu: Laa Haula wala quwwata illabillah,

Wahai Allah, jika ada seseorang yang menghendaki kejahatan kepadaku baik dari golongan jin, manusia dan binatang buas serta segenap makhluk lainnya, dari golongan manusia, syaitan penguasa, atau gangguan ancaman lainnya, maka TOLAKLAH pandangan mereka menjadi tertunduk, dan jiwa mereka dalam KERISAUAN, dan kedua tangan mereka dengan KESIALAN dan KERUGIAN (ketika akan mencelakakanku), dan BENAMKAN mereka dari kaki hingga kepalanya (dalam kelemahan dan kegagalan karena mencelakakanku), dimanapun mereka berada apakah di lembah yang sedang mereka lewati, atau digunung yang sedang mereka daki, Demi seratus ribu ribu ribu Laa Haula wala quwwata illa billah.


-----------------------
NB:
Ini adalah Wirid dari Al-Imam Al-Hafidh Al-Musnid Abu Bakar As-Sakran As-Segaf. Amalkanlah wirid ini ba’da maghrib & ba’da shubuh. Insya Allah, anda akan mendapatkan perlindungan dari Allah, meski gangguan kejahatan & sihir sehebat apapun menyerang anda.

Baca Selengkapnya..

Manfaat Daun & Buah Keres

Satu lagi, pohon dan buah yang sering kita jumpai dilingkungan kita adalah pohon dan buah keres. Di depan ruko mertua saya, ada pohon keres yang saya & aza suka bermain dibawah pohonnya sambil memetik buah keres yang telah masak. Biasanya, buah keres yang masak ini berwarna merah. Namun, berwarna agak kekuning-kuningan saja sudah bisa dimakan sebenarnya. Rasanya bagaimana? Rasa dari buah keres ini manis sekali, lebih manis dan enak daripada buah ciplukan.

Karena pohon dan buah ini tidak asing dilingkungan saya, maka saya coba-coba browsing untuk mencari tahu manfaat dan kandungan buah keres ini. Nah, inilah beberapa informasi yang patut anda ketahui juga tentang buah keres.

Kersen atau keres, pohonnya lumayan tinggi, awalnya tumbuh semai liar di tepi jalan, selokan atau di kebun kita. Tumbuh dengan cepat (biasanya dibiarkan saja) membesar sebagai pohon naungan. Walau sekarang banyak dipakai hanya sebagai tanaman peneduh, sebenarnya tanaman ini mempunyai manfaat kesehatan yang sangat berguna.

Kersen berasal dari Amerika tropis (Meksiko Selatan, Karibia, Amerika Tengah sampai Peru dan Bolivia). Dibawa masuk melalui Filipina pada akhir abad-19 dan lalu dengan cepat menyebar diseluruh wilayah teropis Asia Tenggara.

Jus buah kersen, bahkan memiliki kandungan yang lebih baik daripada minuman isotonik yang telah menyebar dipasaran keluaran pabrik. Jus keres dikatakan memiliki kandungan yang lebih dibutuhkan seorang atlet, yaitu untuk mencegah cendera otot saat beraktivitas.

Beberapa kandungan yang dipunyai buah kersen adalah setiap 100 gram bagian buah yang dapat dimakan kira-kira mengandung;

- Air = 77,8 gram
- Protein = 0,324 gram
- Lemak = 1,56 gram
- Karbohidrat = 17,9 gram
- Serat = 4,6 gram
- Kalsium = 124,6 gram
- Fosfor = 84 gram
- Besi = 1,18 gram
- Karoten = 0,019 gram
- Thianin = 0,065 gram
- Riboflavin = 0,019 gram
- Citamin C = 80,5 mg
- Nilai Energinya = 380 kJ/100 gram.

Di Indonesia, banyak juga masyarakat yang menggunakan buah ini secara tradisional untuk mengobati penyakit asam urat. Biasanya apabila serangan datang, mereka mengkonsumsi buah kersen 9 butir, tiga kali sehari selama 3 hari berturut-turut. Sedangkan untuk daun kersen, secara tradisional telah lama digunakan di Peru dengan pemakaian seperti mengkonsumsi teh (dibuat seduhan atau rebusan) untuk menghilangkan rasa sakit seperti sakit kepala dan juga antiradang.

Berikut adalah Data Ilmiah tentang Keres:

1. Antiseptik
Rebusan daun keres ini ternyata mempunyai khasiat dapat membunuh mikroba atau sebagai antiseptik. Rebusan daun keres terbukti dapat membunuh bakteri C.Diptheriae, S.Aureus, P.Vulgaris, S.Epidemidis, dan K.Rhizophil. Diduga aktivitas bakteri dari daun kersen ini karena adanya kandungan seperti tanin, Flavonoids dan Saponin yang dipunyainya.

2. Anti-inflamasi
Rebusan daun keres juga mempunyai khasiat untuk mengurangi radang (anti-inflamasi) dan juga menurunkan panas.

3. Antitumor
Daun keres dilaporkan juga mempunyai efek anti tumor, kandungan senyawa Flavonoid yang dipunyai daun keres ternyata dapat menghambat pertumbuhan sel kanker secara laboratoris.

Semoga bermanfaat informasi tentang keres ini...^_^

Baca Selengkapnya..

Lirik Lagu & Resensi Film: Veer-Zaara

Veer-Zaara: Tere Liye


Tere liye, ham hain jiye, honton ko siye
Selama ini, aku hanya hidup untukmu, aku membisu untukmu

Tere liye, ham hain jiye, har aansoo piye
Selama ini, aku hanya hidup untukmu, dengan menelan airmata

Dil mein magar, jalte rahe, chaahat ke diye
Tapi pelita cinta, selalu meyala dihati

Tere liye, Tere liye…

Tere liye, ham hain jiye, har aansoo piye
Selama ini, aku hanya hidup untukmu, dengan menelan airmata

Tere liye, ham hain jiye, honton ko siye
Selama ini, aku hanya hidup untukmu, aku membisu untukmu

Dil mein magar, jalte rahe, chaahat ke diye
Tapi pelita cinta, selalu meyala dihati

Reef:
Zindagi, le ke aayi hai, beete dinon ki kitaab
Hidup membawa kenangan masa lalu kita

Ghere hain, ab hamein, yaadein be-hisaab
Dan aku terkepung dengan kenangan-kenangan masa lalu kita

Bin poochhe, mile mujhe, kitne saare jawaab
Tanpa tanya lagi, aku mendapat jawaban dari pertanyaan-pertanyaanmu

Chaaha tha kya, paaya hai kya, hamne dekhiye
Lalu yang kuinginkan dan kumiliki, genggam tanganku dan lihatlah

Dil mein magar, jalte rahe, chaahat ke diye
Tapi pelita cinta selalu menyala di hati, hanya untukmu

Tere liye, Tere liye…

Kya kahoon, duniya ne kiya, mujh se kaisa bair
Bagaimana bisa kukatan, dunia berlaku kejam kepadaku

Hukam tha, main jiyun, lekin tere baghair
Aku diperintahkan hidup tanpamu

Naadaan hai woh, kehte hain jo, mere liye tum ho ghair
Mereka yang berkata begitu, memang tidak tahu, kau tercipta untukku

Kitne sitam, hampe sanam, logon ne kiye
Mereka berlaku kejam kepada kita

Dil mein magar, jalte rahe, chaahat ke diye
Tapi pelita cinta selalu menyala di hati, hanya untukmu

Tere liye, Tere liye

Tere liye, ham hain jiye, honton ko siye
Selama ini, aku hanya hidup untukmu, aku membisu untukmu

Tere liye, ham hain jiye, har aansoo piye
Selama ini, aku hanya hidup untukmu, dengan menelan airmata

Dil mein magar, jalte rahe, chaahat ke diye
Tapi pelita cinta, selalu meyala dihati

Tere liye, Tere liye…


-------------------------
Sinopsis Singkat

Veer dan Zaara, mereka adalah sepasang kekasih yang terpisah selama 22 tahun. Veer (Shah Rukh Khan) menjadi tahanan di Pakistan tanpa sebab yang jelas. Veer baru membuka suaranya pada seorang pengacara wanita Pakistan Saamiya (Rani Mukherje). Kemudian Veer memaparkan identitas dirinya yang sebenarnya dan dia mengaku bahwa dirinya dijebak oleh pihak elite politik Pakistan.

Saamiya menguak semua kasus Veer di pengadilan namun dia kalah, lalu Saamiya pergi ke India untuk mencari bukti baru. Di India, Saamiya bertemu dengan bukti (saksi) hidup yaitu Zaara (Preity Zinta), maka dibawalah Zaara dalam proses pengadilan di Pakistan. Akhirnya, kasus Veer dimenangkan oleh pihak pengadilan dan dibebaskan. Dan yang paling mengesankan adalah, mereka rela menunggu selama 22 tahun untuk sebuah cinta sejati.

I recom, watch it, bagi yang belum pernah melihatnya! Bagi yang sudah, diulang 2 kali juga lebih mantaps...^_^

Baca Selengkapnya..

Minggu, 13 November 2011

Resensi Movie: Forrest Gump

Saya mendapatkan film ini dari seorang teman yang bernama Ivan Alfian. Teman saya ini sekarang berdomisili di Kudus, Jawa Tengah. Ia menjanjikan kepada saya, jika ada waktu ke Malang, ia membawa film-film bagus yang sarat dengan muatan hikmah. Nah, salah satu film tersebut adalah Forrest Gump. Film ini menceritakan tentang seorang pria bernama Forrest Gump yang dibesarkan oleh ibunya dengan penuh perjuangan. Forrest sering diejek dan dijauhi oleh kawan-kawannya karena kecerdasannya yang di bawah rata-rata yaitu 75. Padahal, batas minimal untuk anak yang dikatakan normal adalah ber-IQ 80.

Pada hari pertama sekolahnya, ia bertemu dengan Jenny, seorang anak perempuan dekat tempat tinggalnya yang dikenalnya sejak taman kanak-kanak, tapi menjadi cinta tak berbalas. Ketika lulus SMA, ia mendaftar masuk ke militer dan dikirim ke Vietnam, di mana ia dengan segera berteman dengan seorang pria negro bernama Bubba, yang meyakinkan Forrest untuk ikut dalam bisnis udang bersamanya setelah perang usai. Forrest menjadi seorang yang sangat berjasa dalam peletonnya dengan kemampuan lari cepatnya. Ia menjadi penyelamat banyak tentara yang terluka dan juga menolong komandannya, sehingga dia menerima Medali Kehormatan Kongres atas kepahlawanannya.

Saat penyembuhan dari tembakan peluru yang bersarang di bokongnya, ia menemukan kemampuan terpendamnya dalam pingpong. Ia pun menjadi atlet tenis meja yang terkenal dan membawa negaranya ke ajang internasional dalam sebuah pertandingan melawan tim Cina.

Forrest Gump dewasa menghabiskan waktunya untuk melakukan pencarian teman kecil perempuannya yang hilang. Ia mengeluarkan uang tabungannya untuk membeli kapal penangkap udang seperti yang dijanjikannya pada Bubba. Pada awalnya, usahanya selalu gagal tapi dengan kerja keras dan pantang menyerah, dan dibantu oleh komandannya yang telah pensiun karena cacat, ia pun menjadi seorang milyarder yang sukses dan mampu untuk membiayai keluarga Bubba.

Suatu hari, Jenny kembali ke Forrest dengan kondisi sudah kacau balau dan hancur. Namun, Forrest masih mencintai Jenny dan menerimanya apa adanya. Pergulatan bathin dalam film ini sangat menonjol ketika Forrest Gump lari keliling Amerika karena secara tiba-tiba ditinggal pergi oleh Jenny tanpa alasan.

Film ini meraih total 13 nominasi Academy Awards dan memenangkan enam diantaranya, termasuk Film Terbaik, Sutradara Terbaik (Robert Zemeckis), dan Aktor Terbaik (Tom Hanks). Bagi yang belum menonton film ini, saya rekomendasikan untuk ditonton karena banyak pelajaran & hikmah yang bisa kita ambil dalam film ini.

Baca Selengkapnya..

Kedamaian

Setiap orang merindukan kedamaian dalam hidupnya. Apalah artinya, seandainya kita memiliki dunia seisinya kalau dalam hidup kita tidak ada kedamaian; kita akan merasa hampa, tidak ada ketenteraman dalam bathin kita, tidak ada kebahagiaan dalam menjalani hidup ini.

Lebih baik kita menjadi orang yang biasa-biasa saja; tidak sementereng atau sehebat orang lain, tetapi dalam hidup kita dilimpahi kedamaian dan kebahagiaan. Bisa saja masalah tetap ada, kesulitan juga juga tetap harus kita hadapi, tetapi kita tidak akan kekurangan rasa syukur , hidup kita pun terasa ringan.

Kedamaian itu tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diupayakan. Seumpama pohon, ia perlu ditumbuh-kembangkan, dipupuk dan dipelihara. Salah satu caranya adalah dengan menghindari hal-hal yang bisa mengganggu ketenteraman hati kita, yang membuat kita tidak bisa menjalani hidup dengan rasa syukur dan sukacita. Dalam hal ini, saya singkat penyakit hati itu dengan; AIDS.

1. Arogan

Merasa diri paling hebat, paling baik, paling mampu, paling benar. Menganggap keberhasilan yang dicapai sebagai hasil karya dan usaha pribadi. Lupa, bahwa betapa pun kerasnya usaha manusia, ia tetaplah makhluk yang lemah dan fana; berasal dari tanah dan pada akhirnya akan kembali menjadi tanah.

Keberhasilan yang kita capai adalah buah dari usaha kita dengan (tentunya) pertolongan dan izin Allah. Kita tidak dapat hanya menanti pertolongan Allah tanpa ikhtiar apa-apa. Akan tetapi, kita juga tidak dapat hanya mengandalkan usaha kita semata tanpa pertolongan Allah. Arogansi adalah awal kehancuran; baik material, moral maupun spiritual. Maka dari itu, jauhilah sifat takabbur ini.

2. Iri hati.

Tidak puas dengan apa yang ada dan dimiliki, melihat orang lain lebih beruntung, hidupnya lebih enak, dan lebih segalanya dari kita. Itulah yang disebut iri hati. Mungkin, kita melihat seseorang yang dari luarnya tampaknya bahagia, tidak ada kesulitan dalam hidupnya, dan tidak kurang apapun,. Akan tetapi, kalau kita lihat lebih dekat, selama nyawa masih di kandung badan, setiap makhluk Allah yang hidup didunia ini pastilah mempunyai problemnya masing-masing.

Sikap yang terbaik adalah menerima dan menjalani hidup kita apa adanya. Tidak perlulah kita ingin menjadi sepreti orang lain, iri hari dengan kehidupan orang lain. Sebab keluarga kita, diri kira, bahkan dunia kita tidak kalah indahnya kok, disbanding dengan apa yang ada pada orang lain. Karena itu, marilah kita menikmati hidup dengan rasa syukur.

3. Dendam.

Rasa sakit hati yang terus kita ingat, ibarat kerikil dalam sepatu kita; akan mengganggu sekali. Ada sebuah kisah menarik antara seorang ibu dengan anaknya. Suatu hari, sang ibu menyuruh anaknya agar menaruh kentang dalam sakunya pabila ia merasa sakit hati terhadap orang lain. Satu hari, dua hari dan tiga hari, kentang yang disakunya itu mengeluarkan bau tak sedap (membusuk).

Lalu, sang anak berkata kepada ibunya; “Bu, saya sudah tidak tahan membawa kentang busuk ini. Bolehkah saya buang?”. Ibunya menjawab; “Nak, begitu juga kalau kita membawa rasa sakit karena dendam kesumat dalam hidup kita. Itu sama dengan membawa kentang busuk. Menyusahkan diri sendiri. Maka memaafkan, membuang dendam adalah pilihan yang paling baik; bukan untuk siapa-siapa, melainkan untuk diri sendiri.

4. Sembrono.

Sembrono dalam bersikap dan bertindak, sembrono dalam berkata-kata, sembrono dalam mempergunakan waktu, tenaga, dan segala apa yang kita miliki. Semua itu hanya akan menciptakan keruwetan dalam hidup ini.

Kesembronoan ibarat sebuah jebakan; yang pada akhirnya akan menjerumuskan kita pada kehidupan yang tidak nyaman dan tidak tenang. Tidak sedikit persoalan yang dibuat, atau ditambah menjadi lebih sulit karena kesembronoan kita.


Allahumma a’innaa ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika
Ya Allah, tolonglah kami agar senantiasa berdzikir dan selalu bersyukur kepada-Mu.
Serta baguskanlah ibadahku untuk-Mu, ya Allah. Amin…

Baca Selengkapnya..

Curhat Untuk SBY; Belajar Dari Pak Harto

Dear, SBY-ku…

Dari dulu saya pengin bisa curhat ke Bapak. Ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan ke Bapak. Namun apa boleh buat, saya tidak mempunyai daya untuk menyampaikan uneg-uneg saya sampai ke Cikeas atau Istana Negara. Maka, izinkanlah saya untuk menyampaikan sedikit curahan hati saya untuk Bapak tercinta, yang menjadi orang nomor satu di negeri ini. Yaitu negeriku tercinta, Indonesia.

Presidenku yang tercinta…

Dulu, ketika saya masih duduk di bangku SD sampai dengan SMP, kebanyakan di ruang tamu rumah rakyat Indonesia, persis menghadap pintu depan, foto ukuran 10 R dengan pigura dari kayu yang diukir, terpampang wajah penuh senyum setengah badan, dialah Pak Soeharto dan wakilnya.

Waktu itu, Pak Harto adalah magnet. Laksana Raja Midas, apapun yang disentuhnya berubah menjadi emas. Siapapun yang dirangkul Pak Harto, maka buatnya terbentanglah jalan yang lurus dan nyaman, tanpa ada aral merintang. Sampai-sampai ada semacam hokum tak tertulis di kalangan pejabat negeri ini, siapapun tidak akan pernah bisa menjadi “besar” tanpa restu Pak Harto. Maka orang-orang berbondong-bondong mendekatinya. Bahkan kalau perlu, maaf, dengan menjilat pantatnya.

Kalau yang jadi ukuran adalah dirinya dan keluarganya serta kroni-kroninya, maka Pak Harto boleh dibilang sukses besar. Bayangkan, 32 tahun berkuasa, bahkan hamper-hampir sendirian memegang kendali atas negeri ini; militernya, para pejabatnya, rakyatnya, bahkan hokum dan catatan sejarahnya. Keluarga Pak Harto; mulai dari anak, menantu, cucu, sampai saudara tiri dan adik ipar menjadi salah satu keluarga terkaya di dunia. Sungguh prestasi spektakuler; siapa yang mampu menandinginya? Bahkan, dalam 1000 tahun perjalanan bangsa kita ke depan, belum tentu ada pemimpim yang menyamai “kesuksesan” Pak Harto tersebut.

Akan tetapi kalau ukurannya adalah negeri ini, maka Pak Harto boleh dibilang gagal total. Faktanya, 32 tahun kepemimpinannya, negeri ini kini terpuruk sedemikian dalam; krisis ekonomi berkepanjangan, korupsi kian merajalela, system pendidikan kita tidak bisa diandalkan dan lain-lain.

Namun, setelah era reformasi 98, kini semuanya berubah. Pak Harto ibarat pesakitan. Ia dicaci dimana-mana. Termasuk oleh mereka yang pernah dibesarkannya, orang yang dulu membungkuk-bungkuk dihadapannya,. Bahkan ia juga dianggap sebagai sumber segala petaka yang terjadi di negeri ini. Barangkali hanya satu kata yang tepat untuk menggambarkan seluruh perjalanan hidup Pak Harta: TRAGIS!.

Terlepas dari apa dan bagaimana gaya kepemimpinan Pak Harto selama ini, saya tidak hendak ikut-ikutan menghujat atau memujanya. Satu hal yang pasti, Pak Harto tidak mempersiapkan pengganti. Pak Harto turun dari jabatannya bukan karena suatu proses regenerasi yang terencana, tetapi dipaksa oleh keadaan. Salah satu ukuran keberhasilan pemimpin adalah kalau komunitas yang dipimpinnya tetap berjalan normal, pun bila Sang Pemimpin lengser keprabon mandek pandito. Andai saja Pak Harto mau belajar dari Mr. Lee Kuan Yew, mantan PM Singapura, ceritanya pasti akan lain. Paling tidak, ia tidak akan menjadi pesakitan.

Ada beberapa hal kenapa Pak Harto lengser. Pertama, Pak Harto kebablasan. Saking lamanya dan enaknya jadi Presiden, ia lupa bahwa manusia tetaplah makhluk yang terbatas. Tidak ada kekuasaan manusia yang langgeng. Kedua, selama 32 tahun memimpin negeri ini, orientasi Pak Harto memang bukan pada kesejahteraan dan kemakmuran rakyat banyak, tetapi pada kesejahteraan dan kemakmuran keluarga dan kroni-kroninya. Karenanya ia lantas berpikir, kalau bisa selama mungkin berkuasa, kenapa tidak.

SBY-ku…

Kisah Pak Harto adalah kisah tragedy seorang anak manusia yang terjebak oleh jabatan dan kekuasaan sendiri. Semoga Bapak SBY bisa belajar dari padanya. Jabatan dan kekuasaan bukan segala-galanya; karena itu jangan mempertaruhkan segala-galanya demi merebut dan mempertahankannya. Jabatan dan kekuasaan adalah sarana, bukan tujuan; ia kan berguna selama ia menjadi PELAYAN, dan berbahaya kalau menjadi TUAN.

Presidenku, kepemimpinan Bapak masih tersisa 2 tahun lagi sebelum pemilu 2014. mudah-mudahan, Bapak bisa belajar dari kepemimpinan Pak Harto, sehingga tidak mengulangi kesalahan dalam sejarah. Sebab, kekuasaan batapapun tetaplah titipan yang harus dipertanggung-jawabkan, bukan warisan yang digunakan seenaknya dan semaunya.



----------------

NB: [CUS] atau Curhat Untuk SBY ini adalah Proyek Nulis Buku Bareng yang diprakarsai oleh Pak Abrar Rifai. Untuk informasi selengkapnya, bisa klik: https://www.facebook.com/notes/abrar-rifai/buku-antologi-curhat-untuk-sby/10150384111250622

Baca Selengkapnya..
Template by - Abdul Munir - 2008