jenuh ku kayuh hidup
bergumul lumpur dosa di belantara durja
memburu hakikat yang kian redup
dihempas angkara sepanjang masa
kini, kuterdampar di sahara cinta
bersama penjagal-penjagal kota
derap langkah mulai ku tata
tuk menembus badai waktu di sudut mata
‘tika ku telanjangi skenario cerita
samar ku tatap tapak-tapak makna
melukis jejak di sepanjang gang-gang hampa
pada jalan protokol atau trotoar kota
menguak kesadaran sebuah realita
bahwa semua ibarat laju roda
yang tak mesti rata
terima kasih, Tuhan
t’lah kau cuplikkan fragmentasi hidayah
dalam lakon jejak tuhan
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Orang yang cerdas (Al-Kayyis) adalah orang yg mampu menahan hawa nafsunya dan orang yang mempersiapkan kematiannya dengan amal-amal kebajikan...
(Al-Hadist)
About Me
- Erryk Kusbandhono
- Malang, Indonesia
- Aktifitas sehari-harinya mengajar di PKPBA UIN Malang dan aktif menulis.
My Email
02. abuzzahron@yahoo.com
02. Ummu Zahron
Profil Kami
Tinggalkan Pesan
Al-Kayyis Friends
Materi Khutbah
Senin, 31 Januari 2011
Jejak Tuhan
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 00.39 0 komentar
Label: puisi
Senin, 24 Januari 2011
Orang-Orang Yang Bermata Bening
hujan deras mengguyur
lorong-lorong waktu
mendera jiwa berkalang angkara
memenjara aku yang durja
orang-orang bermata bening
melintas tuntas di gelap malam
berlentera iman nan menawan
terpanggul dalam nurani
---------------dalam malam-----------------
orang-orang bermata bening
versus
aku yang tiada geming
larut berselimut hening
ia melaju di jalan-jalan Tuhan
bersama gumpalan angan
jauh, jauh, jauh…..
di jarak ku menatap, bagai bias
aku,
hanya menghimpit tangis
bergemuruh di segara mata
dengan selaksa canda tawa
agar tak nampak aku yang durja
yang nestapa
yang berduka, lara…
orang-orang bermata bening
sebagai bayangan Rasul,
telah pergi
telusuri rinai ilahi
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 00.26 0 komentar
Label: puisi
Setitik cinta
Tuhan…
kerikil-kerikil itu…
taburan pasir itu…
tlah menyatu dalam kuasa-Mu
walau kami bukan mutiara
tapi iman sebagi lentera
akan lebih punya makna
Tuhan…
kerikil-kerikil itu…
taburan pasir itu…
kan menyatu dalam kuasa-Mu
jiwa-jiwa kami berkalang syahwat
tak ada geranda suci
yang sejati….. menghantarku, pada-Mu
hanya ada setitik cinta
di antara hentakan nafas membara
semoga,
dengan setitik cinta
akan menjadi gunung-gunung
yang menjulang ke angkasa
kan kubawa sampai menghadap-Mu
di hari kelak…
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 00.24 0 komentar
Label: puisi
Kamis, 11 November 2010
Ibu
Ibu…
Bolehkah kulukis wajahmu di atas serpihan rindu
Wajah yang telah membesarkan hatiku
dengan bait-bait doa dan senyum syahdu
Ijinkan kudekap sosok cintamu di sepajang jalanan hidup
Cinta yang telah menghantarku pada lorong pendewasaan waktu
Biarkan kupahat beku jiwaku dengan potret sikap sayangmu
Ibu…
Ketabahan yang kau pendam diantara tumpukan kasih sayang
Membuka mata akan makna doa yang tak pernah jeda
Kesabaran yang kau suguhkan
Menyulut bara semangat di setiap peredaran darah ananda
tak pernah hilang, walau sekejap
Ibu…
Kini kubersimpuh di bawah kesakralan titahmu
Menanti percikan doa restu
Memburu surga di telapak kakimu
Agar kau dendangkan tembang-tembang lagu
Yang menghantarku ke pangkuan cintamu
Agar kau ulang cerita bersulam
Menyenyakkanku di peraduan mimpi-mimpiku
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 04.35 0 komentar
Label: puisi
Kamis, 07 Januari 2010
Melebur Dzikir
Jiwa penuh dosa
hati berbalut daki
nafsu menguasa raga
menghempas titik Nur Ilahi
ku ingin bangkit
dari dosa yang melena
melebur dzikir pada-Mu Rabbi
bersama jiwa-jiwa suci
betapa,
gerak bathinku tak semisal para sufi
selalu bangga akan kedurjaan diri
lupa siapa dan kemana aku
hidup/mati tak mau tau
di sini,
ku ingin melebur dzikir pada-Mu Rabbi
menanti keridlaan-Mu nan abadi
Allah
Engkau pelebur segala dosa
dalam dzikir ku rajut pinta
karuniakan aku seberkas terang
dari Nur-Mu nan cemerlang
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 23.40 0 komentar
Label: puisi
Senin, 04 Januari 2010
Sang Panji Syariat
Suara-suara meng-angkasa
membawa gumpalan asa umat yang memendam kecewa lamat-lamat mendayu doa
dari sudut-sudut nusantara
bendera kebesaran Tuhan kan berkibar
namun tertahan kekuasaan
…….. menunggu waktu !
Bila penguasa-penguasa itu telah tumbang
dari kursi kesombongan,
Saatnya angkasa menampakkan syari’ah ar-Rahman
Jika lagu-lagu syetan t’lah memuakkan
Maka berganti senandung-senandung Quran
Kan melukis masa dalam kehidupan
Doa-doa hamba bertebaran
di serambi-serambi hati
Dan bendera kebesaran Tuhan
memadati jagad khatulistiwa
Saat itu,
syari’at yang pernah kau tancapkan
di atas kegersangan hati
kan ku bawa ke penjuru negeri
sunnah yang dulu kau hidangkan
kan ku tawarkan pada rakyat yang kelaparan
tentang Tuhan, tentang Rasul utusan, tentang Islam
Maka,
engkau adalah pemenang
dalam menegakkan syariah Tuhan
sebagai penebar benih sunnah
sebagai nahkoda jiwa-jiwa hampa
di atas kebenaran agama
Saat itu,
panji sunnah kau genggam
dan, aku…
setia di belakangmu !
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 04.43 0 komentar
Label: puisi
Selasa, 08 Desember 2009
Cinta Itu Sebuah Pejuangan
Cinta itu sebuah perjuangan
Cinta tidak pernah datang dengan cara murah
Sebagaimana turun dari langit
Semuanya harus kita perjuangkan
Dan seringkali cinta itu baru mekar
Setelah kita melewati berbagai macam rintangan
Derita bukan musuhnya cinta
Derita itu sedang membuat cinta
Jadi lebih dewasa
By. Gede Prama
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 16.44 0 komentar
Label: puisi
Sabtu, 03 Oktober 2009
Aku Masjid
Aku Masjid,
Kau dengar suara itu?
Muadzin-ku memanggil-manggilmu
Kita semua dirundung rindu
Aku masjid
Tak berpintu
Dindingku ruang
Lantaiku waktu
Naiklah ke beranda
Berdiri kita bersama
Menyusun shaf, menyangga arsy
Mari, akulah pusat persinggahan cinta
Aku masjid, tataplah baik-baik
Seluruh aliran darahmu adalah detak jantungku
Seluruh deritamu termuat di kandungan cintaku
Bersujudlah, bermenung, beri’tikaf
Menangislah. Aku ini masjid
Curahkan seluruh peluh nasib
Ambil rongsokan jantungmu dan sodorkan
Para malaikat akan mengangkutnya ke Tuhan
Mari, mari, kekasih hati
Kalau kotor, datanglah mencuci diri
Kalau tidak, sungguh tak ada lain lagi
Masjidlah singgasana dunia yang tertinggi
Aku masjid
Tak usah kau ketuk pintu
Jangan bertamu kepadaku
Sebab aku ini rumahmu
Duduklah. Baca shalawat buat Nabi
Yang tubuhnya harum tanpa minyak wangi
Hiruplah udaraku yang sejuk
Derdzikirlah asyik, masy’uk
Aku masjid
Aku rumahmu, aku negerimu
Tempatmu merundingkan segala sesuatu
Titik berangkatmu membongkar segala yang buntu
Aku masjid. Berdirilah dan bangkit
Belajar ilmu takaran dan berani merasa sakit
Belajar irama dan ketetapan
Membaca sela-sela sembilan puluh sembilan
Aku masjid. Bawa aku dijiwamu
Memasuki hutan lebat peperangan bisu
Terjun ke segala medan pergulatan
Mengerti kapan menggerakkan kapan menghentikan
Aku masjid. Ayolah !
Mulai hari baru dariku
Cinta kasih dan masa depan
Politik dan kebudayaan
Engkau bawa aku serta
Sampai kelak hari bakal tiba
Segala dalam hidup tak ada sisa
Menjadi tempat bersujud adanya
Itulah hari, seindah-indah hari
Dimana engkau dan aku tak terbedakan lagi
Tauhid telah menjadi, kau aku adalah sujud itu sendiri
Tak tersisa makhluk yang tak kepada Allah mengabdi
* Puisi yang diringkas dari tulisan Emha Ainun Nadjib
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 23.59 0 komentar
Label: puisi
Senin, 28 September 2009
Begitu Engkau Bersujud
Begitu engkau bersujud,
Terbangunlah ruang yang kau tempati itu menjadi sebuah masjid
Setiap kali engkau bersujud,
setiap kali pula telah engkau dirikan masjid
Wahai betapa menakjubkan,
Berapa ribu masjid telah kau bangun selama hidupmu
Tak terbilang jumlahnya,
Menara masjidmu meninggi, menembus langit, memasuki alam makrifat
Setiap gedung, rumah, bilik atau tanah,
Seketika bernama masjid, begitu engkau tempati untuk bersujud
Setiap lembar rupiah yang kau sodorkan kepada ridha Tuhan,
Menjelma menjadi sajadah kemuliaan
Setiap butir beras yang kau tanak dan kau tuangkan ke piring ke-ilahi-an,
Menjadi se-rakaat sembahyang
Dan setiap tetes air yang kau taburkan untuk cinta kasih ke-tuhan-an,
Lahir menjadi kumandang suara adzan
Kalau engkau bawa badanmu bersujud, engkau masjid
Kalau engkau bawa matamu memandang yang dipandang Allah, engkaulah kiblat
Kalau engkau pandang telingamu mendengar yang didengar Allah, engkaulah tilawah suci
Dan kalau kau gerakkan hatimu mencintai yang dicintai Allah, engkaulah ayatullah
Ilmu pengetahuan bersujud,
Pekerjaanmu bersujud,
Karirmu bersujud,
Rumah tanggamu bersujud,
Sepi dan ramaimu bersujud
Duka deritamu bersujud
Dan menjadilah engkau masjid...
* Karya Emha Ainun Nadjib
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 17.37 0 komentar
Label: puisi
Sabtu, 22 Agustus 2009
Aku Belum Mati
Kawan! Janganlah engkau anggap perjuanganku telah mati
Engkau janganlah tafsirkan diriku macam dirimu
Engkau tetaplah engkau tapi aku tetaplah aku
Kawan, aku belum lagi mati
Darahku masih mengalir dan masih merah
Ia masih mengalir dan masih panas
Nafasku masih turun naik
Perjalanan jantungku masih normal
Otakku masih boleh berfikir dan boleh menilai
Mataku masih boleh membezakan mana yang hitam dan mana yang putih
Mana boleh aku berdiam
Mana boleh aku diam dan membisu
Jiwaku masih macam dahulu
Semangatku masih membara dan menyala
Semangat juangku masih hidup dan subur
Sementelahan pula aku tidak keseorangan
Aku masih ada kawan
Kawan yang telah tertapis dan tersaring
Jiwa juang mereka masih membara dan setia
Aku dan mereka menunggu masa
Mereka yang kecewa bahkan ada yang berputus asa
Aku ucapkan selamat tinggal
Aku insya-Allah akan tetap meneruskan perjuangan
Perjuangan adalah hidup matiku
Bersama kawan-kawan yang sejiwa dan setia
NB: Luahan Hati Abuya At-Tamimi
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 00.29 0 komentar
Label: puisi
Selasa, 18 Agustus 2009
Ramadhan Sebentar Lagi Tiba
Yuk kita:
01. Setting Hati
02. Upgrade Iman
03. Download Sabar
04. Delete Dosa
05. Approve Maaf dan
06. Hunting Pahala
Marhaban, ya ramadhan...
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 17.00 0 komentar
Label: puisi
Minggu, 16 Agustus 2009
Jadikanlah Perjuanganku Untuk-Mu
Ya Allah jadikanlah ibadahku mendekatkan aku kepada-Mu
Jadikanlah ibadahku memusnahkan mazmumahku
Menjadikan Engkau ridha padaku
Jangan jadikan ibadahku durhaka di dalam taat
Jangan jadikan ibadahku menyuburkan mazmumah
Tuhan! Jadikanlah perjuanganku untuk-Mu
Janganlah jadikan perjuangan itu untukku
Ia adalah satu bala bencana
Ya Rahman! Ya Rahim! Jadikanlah ilmuku penyuluh hati
Agar nampak segala mazmumah, supaya dapat dimusnah
Janganlah Engkau jadikan orang mendapat manfaat tapi aku dilaknat
Ya Hannan! Ya Mannan!
Jadikanlah dakwahku orang sadar, lahir ukhuwah
Janganlah lahir dari lidahku seperti panah
Yang memecah-belah serta menjadi fitnah
Ya Allah Tuhanku!
Jadikanlah seluruh kebajikan dan khidmatku sebagai ibadah
Janganlah Engkau jadikan ibadahku untuk bermegah-megah
NB: Karya Abuya At-Tamimi
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 19.24 0 komentar
Label: puisi
Islam Adalah Hidup Matiku
Islam adalah hidup matiku
Lebih kusayang dari diriku sendiri
Aku tidak dapat membezakan Islam dengan diriku
Dengan darah dagingku, dengan akal fikiranku, dengan jiwaku
Dari kecil lagi aku dididik begitu
Kalau aku miskin pun biarlah dengan Islam
Kalau aku kaya pun tetap dengan Islam
Islam darah dagingku
Aku mesti perjuangkan setiap waktu
Aku rasa lapang dan luas dengan Islam
Aku rasa senang dan tenang dengan Islam
Kalau aku diasingkan kerananya, uzlahlah aku
Kalau aku dibuang, berkelanalah aku
Kalau aku dihalang, ibadahlah aku
Tuhan, tetapkanlah hatiku dengan Islam
Hidupkan aku dengan Islam
Susah dan payahku dengan Islam
Miskin dan kayaku dengan Islam
Berkawan dan bermusuh pun dengan Islam
Penutupnya hidupku dengan Islam
Islam adalah hidup matiku
Tuhan, begitulah harapanku dengan-Mu
Kabulkanlah permintaanku Tuhan!
NB: Karya Abuya At-Tamimi
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 19.23 0 komentar
Label: puisi
Rabu, 05 Agustus 2009
Melaut Dosaku
Buih ombak di lautan menyatu dalam riak
maju dan terus maju terbawa buritan
membentur karang, hancur tak utuh lagi
Semisal itu imanku
tak seteguh karang nan menantang
diombang ambing ombak dan riak
hingga melaut dosaku
Dosa kecil ku anggap biasa
sebagai manusia tempat berbuat
taubat yang besar sering ku tunda
menunggu waktu bila saatnya tiba
hingga melaut dosaku
Jika sang karib memberi nasehat
pikirku, tak pantas ia berkhutbah
garam asam telah banyak ku makan
hingga melaut dosaku
Ilahi,
jika pada hamba selaut dosa
hanya Rahman-Rahim-Mu
pelebur segalanya
Tunjukkan hamba-Mu
pada kebenaran hakiki
tuntun pada jalan bahagia, nan abadi……
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 21.08 0 komentar
Label: puisi
Pelajaran Hidup Tentang Ibu
Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu,
Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.
Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan,
Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.
Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang,
Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.
Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil warna,
Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah & meja makan.
Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah,
Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain dikubangan lumpur dekat rumah.
Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah,
Sebagai balasannya, kau berteriak “Gak mau..!”
Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu mainan,
Sebagai balasannya, kau rusakkan dan minta yang lebih mahal.
Saat kau berumur 8 tahun, dia membelikanmu es krim,
Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori bajumu.
Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus belajarmu,
Sebagai balasannya, kau sering bolos dan hampir sama sekali tidak pernah hadir.
Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu kemana saja,
Sebagai balasannya, kau berlari keluar tanpa memberi salam
Saat kau berumur 11 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut,
Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.
Saat kau berumur 12 tahun, dia membayar biaya kamping-mu selama seminggu,
Sebagai balasannya, kau tidak pernah menelepon dan menanyakan kabarnya
Saat kau berumur 13 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu,
Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu
Saat kau berumur 14 tahun, dia ajari mengemudi sepeda motornya,
Sebagai balasannya, kau pakai motornya hingga tak tahu waktu
Saat kau berumur 15 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting,
Sebagai balasannya, kau pakai telepon non stop semalaman
Saat kau berumur 16 tahun, dia mendoakanmu saat kau sedang ujian sekolah,
Sebagai balasannya, kau tidak berterima kasih ketika kau lulus ujian
Saat kau berumur 17 tahun, dia menasehatimu untuk masa mudamu,
Sebagai balasannya, kau anggap itu nasehat kuno
Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMU,
Sebagai balasannya, kau berpesta pora dengan temanmu.
Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu,
Sebagai balasannya, kau pakai foya-foya untuk mentraktir teman-temanmu
Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya “Dari mana saja seharian ?”
Sebagai balasannya, kau jawab “Ah ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan anak muda !”
Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untukmu,
Sebagai balasannya, kau katakan “Aku tidak ingin seperti ibu”
Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan bahagia saat kau lulus universitas,
Sebagai balasannya, kau katakan “Ini hasil jerih payahku semata !”
Saat kau berumur 23 tahun, dia menjodohkanmu dengan pilihannya yang baik,
Sebagai balasannya, kau katakan “Aku sudah punya pacar yang lebih baik dari itu..!”
Saat kau berumur 24 tahun, dia membantu pernikahanmu,
Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain dan tak pernah menjenguknya
Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan tata cara untuk merawat anak-anakmu,
Sebagai balasannya, kau katakan “Bu, sekarang jamannya sudah berbeda !”
Saat kau berumur 40 tahun, dia meminta bantuan darimu,
Sebagai balasannya, kau katakan “Bu, Saya sibuk dengan anak dan suami/istriku !”
Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan dan memerlukan perawatanmu,
Sebagai balasannya, kau hanya kirim uang secukupnya tanpa mau menjenguknya
Dan hingga suatu hari…
"Ibumu Meninggal Dunia"
Tiba-tiba, kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan untuk ibumu……
Wahai Ananda…………
Jika beliau masih ada,
Doakanlah agar beliau berumur panjang & sayangilah Ibumu dengan penuh kasih sayang
Serta rawatlah mereka dengan sebaik-baiknya, apalagi ketika sudah berusia senja.
Dan jika beliau telah tiada,
Doakanlah Ibumu, agar Allah SWT senantiasa merahmatinya.
Ingatlah semua kasih-sayang dan cintanya yang tulus tanpa syarat kepadamu.
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 20.54 0 komentar
Label: puisi
Kamis, 30 Juli 2009
Di Dalam Ujian Ada Rahmat
Tuhan, aku faham mengapa Engkau uji perjuangan ini
Aku tahu mengapa Engkau pisahkan aku dengan pengikut-pengikutku
Itulah caranya saringan akan Engkau lakukan
Cara itulah Engkau lakukan untuk memilih orang pilihan
Setelah dibersihkan di dalam jemaah ini orang-orangnya
Akan tinggallah hanya orang-orang yang dibantu
Kalau tidak, lambat lagilah bantuan-Mu itu
Jika belum lagi berlaku saringan itu
Aku syukur pada-Mu Tuhan
Di dalam kesusahan ada kebaikan
Di dalam ujian ada rahmat
Di dalam keperitan ada keinsafan dan pengajaran
Begitulah wahai Tuhan, setiap yang berlaku ada hikmahnya
Ada pendidikan dan pengajaran
Perbuatan-Mu tidak ada sia-sianya
Kecuali orang yang tidak mengenal-Mu
NB: Luahan hati Abuya At-Tamimi
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 20.20 0 komentar
Label: puisi
Selasa, 28 Juli 2009
Berilah Aku Kesabaran Menunggu Janji-Mu
Tuhan berilah aku kesabaran menunggu janji-Mu
Masukkanlah ke dalam hati aku rasa keindahan menunggu
Berilah aku keyakinan bahawa kemenangan itu pasti
Agar aku sabar dan tenang menunggu janji
Engkau jadikanlah musuh-musuh-Mu terseksa dengan masalahnya sendiri
Hingga ketakutan yang tidak menentu
Engkau berilah kekuatan iman kepada pejuang-pejuang yang telah tersaring
Serta ikatan hati satu sama lain yang padu
Aku yakin ini adalah di awal kurun Islam akan gemilang kembali
Engkau telah menjanjikan melalui lidah Nabi-Mu
Aku dan kawan-kawan datang berjuang melahirkan sebab-sebabnya
Moga-moga ia berlaku di tangan kami
Aku rasa tanda-tandanya telah ada
Tapi ramai orang tidak menyedarinya
Pejuang-pejuang politik telah menyiapkan diri
Mereka yakin kegemilangan Islam itu akan berlaku di tangan mereka
Engkau ada jalannya yang tersendiri
Buat satu jemaah yang telah Engkau tentukan
Takkanlah Engkau hendak mengikut jalan musuh-musuhmu
Sistem demokrasi bukan syariat-Mu
Aku yakin kemenangan Islam bukan dengan jalan itu
Engkau akan memperlihatkan kepada dunia satu hari nanti
Dunia akan gempar dan mengejutkan
NB: Renungan Abuya At-Tamimi
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 19.07 0 komentar
Label: puisi
Minggu, 19 Juli 2009
Ibu
Bolehkah kulukis wajahmu di atas serpihan rindu
wajah yang telah membesarkan hatiku
Ijinkan kudekap sosok cintamu dalam hidupku
yang pernah dan akan berlalu
cinta yang telah menghantarku pada lorong pendewasaan waktu
Biarkan ku pahat beku jiwaku dengan potret sikap sayangmu
yang tak jenuh memanjakanku
Namun,
Masihkah kau haturkan aku bernaung di bawah keagungan kasihmu
kasih yang tak pernah layu
walau tak mungkin ku bayar dengan batas usia yang tak tentu
Ibu…
Saat baktiku terhalang obsesi pencarian diri
engkau terdampar di hamparan asa nisbi
akupun menggeliat dari rintihan mimpi-mimpi tak jadi, dan…..
engkau tegar di atas jejak keputus-asaan
tatapmu tajam memancar kedamaian
lambaimu anggun mengayun ritme kesejukan
seakan kau percikan embun-embun kasih sayang
jiwamu bening dalam telaga dada lapang
pelepas dahaga pada taman harapan yang pernah kau janjikan
Ibu…
Ketabahan yang kau pendam di antara tumpukan kasih sayang
membuka mata akan makna doa yang tak pernah jeda
menguak tabir cinta yang lama terpenjara
memaksaku bersuara, “O, betapa aku t’lah berdosa!!!”
Kesabaran yang kau suguhkan
menyulut bara semangat di setiap peredaran yang
senantiasa menggelora
tak pernah hilang, menjelma di tiap rongga
…………………………
bayangmu ku simpan di laci lagu
tuk mengupas siksa rindu
Ibu…
Kini kubersimpuh di bawah kesakralan titahmu
menanti percikan doa restu
memburu surga di telapak kakimu
agar kau dendangkan tembang-tembang lagu
yang menghantarku ke pangkuan cintamu
agar kau ulang cerita bersulam
menyenyakkanku di peraduan mimpi-mimpiku
Ibu…
Suguhkan lagi untukku
kenangan-kenangan itu!!!
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 02.01 0 komentar
Label: puisi
Selasa, 14 Juli 2009
Nasihat Untuk Anak-anakku
Anak-anakku…,
Dengarlah ayahmu berpesan
Sebagai nasehat untukmu
Dan sebagai ingatanku dan kenanganmu
Anak-anakku yang tercinta…,
Jika engkau alim, jadilah cahaya kepada alam semesta
Jika engkau jahil, bernaunglah dibawah cahaya
Jika engkau kaya, jadilah kran kepada masyarakat
Jika engkau miskin, berbanggalah untuk keredhaan Tuhanmu
Hindarilah dari meminta-minta anakku
Agar terpelihara keizzahanmu
Biarlah kamu miskin dihadapan manusia
Akan tetapi kaya dihadapan Allah
Anak-anakku…,
Jika engkau jadi seorang saudagar
Jauhilah riba dan betulkanlah timbanganmu
Bertasamuhlah dalam jual beli
Dan jika kamu perlu,
Mintalah kepada Allah agar manusia tidak menghinamu
Dan jika engkau menjadi seorang pemimpin,
Jadilah payung kepada ummat, rendahkanlah sayapmu
Dan jika engkau dipimpin,
Serahkanlah kepada kebijaksanaan pemimpinmu
Anakku…,
Jika engkau menjadi seorang pejuang
Banyakkanlah berdzikir kepada Allah
Hadapilah musuh jangan melampau batas-batasnya
Anak-anakku…,
Jika engkau menderita,
Berserah dirilah engkau, itu tanda basyar dari Allah
Allah kasih kepadamu,
Kasih Allah lebih kasih dari kasih seorang ibu kepada anaknya
Itulah nasehat untukmu anak-anakku…,
Sebagai bekalan hidup dihari depanmu nanti
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 20.42 0 komentar
Label: puisi
Tertawan Cinta
Ya Allah…
Jika cinta adalah ketertawanan
Maka tawanlah aku dengan cinta kepada-Mu
Agar tak ada lagi yang bisa menawanku
Ya Allah…
Jika rindu adalah rasa sakit
Yang tak dapat menemukan muaranya
Maka penuhilah rasa sakitku dengan rindu kepada-Mu
Dan jadikanlah kematianku sebagai muara pertemuan dengan-Mu
Ya Allah…
Hadirlah dalam kehidupan dan kematian kami
Agar hari-hariku tidak terlewatkan untuk selalu menyebut nama-Mu
Ya Allah…
Hatiku hanya cukup untuk satu cinta
Jika aku tak dapat mengisinya dengan cinta kepada-Mu
Maka kemanakah wajahku hendak kusembunyikan dari-Mu ?
Diposting oleh Erryk Kusbandhono di 16.41 0 komentar
Label: puisi
Doa Rasulullah
Menu Pilihan
- artikel (291)
- gallery (15)
- khutbah (4)
- muqoddimah (2)
- my students (5)
- nasyid (13)
- puisi (26)
Gallery Pilihan
Website Favorit Al-Kayyis
- Madinatul Ilmi
- Kajian Islam
- Pejuang Islam
- All About Anticrhist ( Dajjal )
- Mitra FM
- Biografi Abuya At-Tamimi
- UIN Malang
- Prof. Dr. Imam Suprayogo
- Prof. Dr. Mudjia Rahardjo, M.Si
- Dr. Miftahul Huda, M.Ag
- Ersis Warmansyah Abbas
- Ust. Taufiqurrahman
- All About Habaib & Mursyid
- Ahmed Bukhatir
- Lirik Nasyid
- Cari Subtitle Film
Buku Yang Telah Terbit
02. Dengan Cinta Aku Berdakwah
03. Ilmu Nahwu Dasar
04. Masa Kecil Tak Terlupa
05. Indonesia Menulis
06. Mejikuhibiniu
07. Deru Awang-Awang
08. Ekspresi Cinta Untuk SBY
09. Penghapus Mendung
10. Percaya Gak Percaya
11. Mahar Cintaku
12. Jalan Menuju Pelaminan
13. My First Love